PenggunaannAC secara berlebihan dapat berdampak buruk juga untuk kesehatan. Seperti kulit kering, dehidrasi karena suasana ruangan yang lebih dingin dari suhu tubuh sehingga dapat menyerap air lebih banyak dari biasanya. Sebenarnya sobat kosngosan yang menggunakan AC yang bagus di dalam ruangan hanya untuk memberikan udara segar di dalam ruangan.
Penelitian yang dilakukan oleh Princeton University telah membuktikan bahwa makin banyak energi yang dihabiskan untuk berhemat, makin cepat pula kemiskinan mengambil alih. Itu berarti usaha berlebihan dalam berhemat melawan kemiskinan tetap saja tidak akan membantu. Oleh karena itu, artikel kali ini akan menjelaskan tentang sisi lain dari kiat hidup hemat serta batas antara berhemat dan bahayanya terjebak dalam situasi ketika seseorang terlalu mengencangkan ikat tidak membahas tentang pendapatan yang menurun karena masalah yang tidak dapat diatasi. Tetapi lebih tentang bagaimana orang-orang berbadan sehat yang berusaha memenuhi kebutuhannya, dan mereka yang terpaksa harus benar-benar menghemat segala hal yang mereka punya selama bertahun-tahun. Yang terakhir ini bukanlah tanda seseorang yang sedang berupaya untuk mengatasi krisis, melainkan menerima kemiskinan sebagai suatu norma. Kami di Sisi Terang paham bahwa kecenderungan ini cukup berbahaya karena beberapa Berhemat memakan banyak waktu, sementara penghasilanmu nyaris tidak bisa menutupi kebutuhan kita fokus kepada publikasi dari Princeton University. Menurut para ilmuwan, memenuhi kebutuhan dasar dengan anggaran yang sedikit merupakan pergulatan mental yang berat. Hampir semua tenagamu ditujukan untuk memerangi konsekuensi dari kemiskinan, tapi bukan kepada penyebabnya. Sederhananya, kamu bakalan menjadi sangat lelah sampai-sampai tidak ada lagi tenaga untuk berpikir bagaimana mencari jalan keluar. Kemiskinan menambah angka kemiskinan. Inilah yang disebut lingkaran dari rasa lelah yang tidak berujung, ada juga satu masalah lagi, yaitu kurangnya pengalaman. Katakanlah kamu bisa memanfaatkan tenaga serta waktumu secara berbeda Menghilangkan penyebab masalah, yaitu kekurangan dana, lalu mencari penghasilan yang cukup untuk membeli sepotong daging di restoran atau makan malam di dengan keadaan dan belajar mengolah sisa makanan menjadi sesuatu yang bisa jumlah usaha yang diperlukan dalam kedua situasi di atas sama saja, tetapi opsi kedua akan memicu banyak masalah di masa depan. Semuanya terjadi karena dalih menyesuaikan diri dengan keadaan, alhasil seseorang tidak punya kesempatan untuk berkembang dan mustahil ada yang menganggap keterampilan ini cukup menarik untuk dimasukkan ke dalam resume untuk melamar kerja. Kondisi ini juga akan diikuti oleh kelelahan emosional karena tidak adanya keahlian profesional yang bisa dijual. Akibatnya, lingkaran setan pun terus berlanjut. Lalu dari mana harus memulainya? Setidaknya sebagian dari waktu yang kita miliki harus dihabiskan untuk perubahan penting yang strategis. Misalnya, mencari aktivitas yang lebih menguntungkan secara finansial atau pekerjaan Menabung untuk membeli barang mahal dengan anggaran kecil adalah cara bunuh diri dalam hal seseorang tidak punya cukup uang untuk membeli makanan bernutrisi baik dan perawatan medis yang berkualitas, keputusan menabung untuk membeli apartemen mobil, atau iPhone baru merupakan lompatan ke dalam “lubang hitam” keuangan. Mari kita bayangkan situasi berikut, “Apa yang seharusnya dilakukan seseorang yang belum punya rumah, dalam 10 tahun ke depan?” Opsi 1 Makan mi instan selama 10 tahun dan kemudian merasa bangga karena punya apartemen sendiri. Setelah 10 tahun, orang ini tetap mampu membeli sandwich isi daging seminggu sekali. Namun, pada saat itu, akan ada kebutuhan lain yang mengharuskan untuk menghemat uang, misalnya untuk persiapan pernikahan anak-anak yang sudah dewasa. Akibatnya, tambahan daging dalam sandwich harus ditahan dulu. Tapi ceritanya akan benar-benar berbeda pada opsi berikutnya...Opsi 2 Berupaya mencari pengalaman serta pengetahuan selama 5 tahun pertama supaya dapat membeli rumah selama 5 tahun berikutnya. Atau, bisa jadi orang tersebut belum juga punya rumah dan tetap menyewa apartemen atau malah menikmati liburan di sebuah bungalo di tepi pantai. Yang penting di sini adalah setelah 10 tahun, opsi ini memberi seseorang kesempatan untuk menukar pengetahuan dengan gaji yang lebih besar dan hak untuk memilih. Pada opsi pertama, seseorang harus terus mengurangi pengeluarannya dan kehilangan kesenangan dalam hidup. Apa yang harus kamu lakukan jika kamu menginginkan apartemen, tetapi penghasilanmu terlalu kecil? Mula-mula, arahkan sebagian dari tenaga dan danamu untuk mendapatkan pendapatan yang lebih baik. Misalnya, belajar keahlian baru, meninggalkan kota yang tidak punya harapan, atau membeli gawai serta alat yang meningkatkan Menghemat sumber daya memerlukan investasi awal.“Berinvestasi” dan “menghemat sumber daya” adalah konsep yang tidak hanya berlaku untuk para ekonom, tetapi juga berlaku bagi siapa saja. Misalnya, orang yang membeli mesin pencuci piring bisa dikategorikan sebagai investor juga. Mereka menginvestasikan uang untuk membeli peralatan rumah tangga demi menghemat waktu dan energi. Proyek mereka yang disebut “Keluarga” akan mendapat manfaat dari pembelian ini. Investasi dalam kehidupan sehari-hari juga membawa keuntungan materi. Barang-barang seperti AC sentral untuk apartemen, lemari es untuk buah beri, dan bahkan wajan yang tidak merusak dagingmu memang memudahkan hidupmu, tetapi barang-barang tersebut membutuhkan investasi awal. Bagaimanapun, ingatlah prinsip berikut “supaya bisa menghemat, bersiaplah untuk membelanjakan lebih banyak.” Apakah ini berarti berhemat harus ditunda dulu jika gajimu kecil? Tidak. Karena uang, waktu, dan tenaga tidak boleh disia-siakan. Tidak peduli apakah itu terkait mengolah daging dengan alat canggih atau membayar tagihan rumah tangga yang membengkak, semua hal yang menghabiskan sumber dayamu ada dalam daftar. Untuk menutup “lubang hitam” ini lebih cepat, kamu harus mencari cara untuk meningkatkan Menolak menggunakan barang/bahan tertentu karena “keadaanmu” tidak bisa dibenarkan sebagai tindakan adalah mengolah sisa produk menjadi makanan yang bisa dimakan, meskipun kamu tidak sedang berhemat dalam hal memilih makanan. Ketika kulkas kosong, maka ceritanya berbeda atau kondisi ini bisa disebut keputusasaan. Hal ini juga berlaku untuk pekerjaan rumah apa pun, juga termasuk upaya untuk membuat sesuatu yang layak dari barang-barang yang sudah tidak dipakai lagi. Kamu bisa mengajukan keberatan di sini dengan berkata, “Apakah aku harus malu karena aku suka memasak?” Tidak. Kami sederhananya hanya berbicara tentang hak untuk memilih. Uang bisa membuatmu tidak ingin memasak, padahal itu aktivitas favoritmu, atau kamu juga bisa pergi ke kafe saat sakit kepala atau bingung harus masak apa. Namun, ketika dompetmu kosong, kamu akan selalu berada dalam situasi harus memasak sendiri di rumah. Saat menilai seberapa hemat dirimu, penting untuk tidak membalikkan sebab dan akibat. Kamu boleh memuji diri sendiri karena kemampuan membuat sesuatu yang lezat dari bahan-bahan sederhana. Meskipun tidak berusaha menghasilkan uang dari masakan yang enak tersebut. Padahal kamu sebenarnya punya bakat yang memungkinkanmu mengubah kubis menjadi masakan hotel bintang Semakin rendah pendapatan, semakin kecil peluang untuk menghemat produk saja, menahan diri dari sifat impulsif saat berbelanja adalah keputusan yang sehat. Selain itu, sebaiknya rutinlah memeriksa sekaligus menaruh perhatian kepada daftar belanjaanmu untuk mencegah membeli barang-barang yang sebenarnya tidak perlu. Namun, beberapa barang dapat dibeli meskipun tidak ada dalam daftar, jika harganya cukup terjangkau—seperti detergen pembersih dan produk dengan masa pakai yang lama. Ketika penghasilanmu rendah, tergiur barang diskon dan membeli banyak produk dalam jumlah besar rasanya kurang realistis. Alasannya adalah tidak ada kesempatan untuk “membekukan” dana tanpa merusak anggaranmu. Kita sering berada di posisi harus memilih antara membeli barang dengan kemasan besar atau tetek bengek rumah tangga, sayangnya gaji yang minim tidak akan bisa membeli semua yang kamu suka. 6. Pada saat yang sama, penghasilan tinggi terkadang menggodamu untuk menghindari diskon berlaku pada produk berkualitas baik, rasanya bukan masalah. Tetapi adakalanya saat diskon tersebut membuatmu merasa seperti sedang bermain tebak-tebak buah manggis, maka itu adalah perkara yang sangat berbeda. Semakin rendah pendapatan, semakin sering pembeli mengambil risiko. Misalnya, mereka mungkin mencoba membeli ikan yang sudah busuk. Peluang penipuan diri juga meningkat saat pembeli ditawari sesuatu yang palsu alih-alih produk yang lezat dan sehat. “Udang” yang terbuat dari ikan cincang, kaviar palsu, dan potongan ikan haring berwarna yang disebut “salmon” jauh lebih murah daripada yang “asli”, namun tentunya produk-produk ini kalah jika dibandingkan dari segi harga dan kualitas. 7. Pilihan ekonomis sering kali melibatkan risiko ide buruk muncul di benak seseorang karena kemiskinan misalnya, mengganti produk makanan sehat dengan sosis yang terbuat dari kulit ayam dan penyedap rasa berlebihan atau mengganti perawatan medis berkualitas baik dengan obat tradisional yang mencurigakan. Sering kali, tubuh kita tidak langsung menunjukkan efek samping dari hal ini. Tubuh kita menyimpan “kesakitannya” selama bertahun-tahun dan kemudian “membuat pemiliknya mengeluarkan banyak uang.” Para ilmuwan menegaskan bahwa dampak kemiskinan terhadap kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kualitas makanan atau layanan medis. Kekurangan uang merupakan stres tersendiri, yang meningkatkan kemungkinan terkena diabetes, serta penyakit menular dan kardiovaskular. Stres yang sama juga memengaruhi DNA yang menciptakan latar belakang biologis untuk depresi. Menumpuknya produk di dalam kulkas tidak mungkin muncul begitu saja. Pada saat yang sama, kekhawatiran adalah sesuatu yang mengikuti baik si kaya maupun si miskin. Namun demikian, orang-orang harus bertindak lebih bijaksana untuk tidak membahayakan kesehatan mereka dengan mengunjungi dokter secara rutin, sementara prinsip “less is more” yang artinya “kesederhanaan lebih baik” dalam hal pola makan, dapat membantu menghindari banyak Kiat hidup tradisional dan ekonomis tidak menjamin hasil yang orang-orang harus mengurangi pengeluaran, mereka mulai menggunakan saran dari saluran DIY atau “find cheaper ways” temukan cara yang lebih murah untuk melakukan sesuatu. Hal ini bisa berguna sampai saat ide-ide ini mulai menentang akal sehat. Deskripsi kiat hidup jarang mengandung semua kemungkinan risikonya, itulah sebabnya kemungkinan besar dalam mengejar penghematan uang, kamu bisa saja berakhir kehilangan uang atau waktu dalam skenario kasus terbaik. Memakai kalkulator dapat menghilangkan keraguan. Yang perlu kamu lakukan adalah membandingkan angka dalam 2 kolom yaitu “akan menghemat uang” dan “dapat merusak barang.”9. Kesehatan emosional juga berada dalam untuk mengeluarkan unek-unek secara emosional demi kekayaan materi untuk menghemat uang tampaknya sangat wajar. Namun, itu tidak akan ada gunanya. Rencana bisnis dan ide-ide bagus lahir di kepala, yang berarti kepala kita harus tetap dijaga supaya tidak stres. Jika kondisi hidup tidak sehat, otakmu akan fokus pada rutinitas. Dan menurut para ilmuwan, kekacauan dan kelelahan emosional ini membuat orang tidak dapat melihat potensi mereka sekaligus tidak dapat memanfaatkannya untuk perkembangan mereka sendiri. Jika tidak ada inspirasi, maka sama juga tidak ada energi. Apa yang harus kamu lakukan? Singkirkan skenario buruk di kepalamu. Sebagai contoh “Aku bertengkar dengan ibu mertuaku setiap hari. Haruskah kita pindah ke apartemen lain? Tapi kita sedang menabung untuk apartemen masa depan kita. Lantas mengapa menghabiskan uang untuk sewa, ketika kita bisa menyimpan uangnya?!”“Harga makanan di resor sangatlah mahal! Lebih baik aku bawa alat masak portabelku!”“Kami tumbuh besar tanpa tablet dan sepatu roda. Kubiarkan putraku membuat pistol dari tongkat juga, hal itu akan membantu mengembangkan imajinasinya.”10. Saat tidak mampu membeli “barang impian”, kita mengganti “penderitaan moral” dengan membeli barang manusia tidak ada habisnya, itulah sebabnya kita selalu menginginkan lebih. Namun, fakta ini tidak membenarkan sikap terus-menerus berpantang dari apa yang kita inginkan karena situasi ini perlahan akan mulai memengaruhi jiwa kita. Katakanlah sudah lama sekali seseorang tidak berlibur. Dia bisa saja menyisihkan sejumlah uang untuk sebuah perjalanan, tetapi orang ini malah merasa bersalah memakai uangnya, apalagi ketika dia sedang menabung. Liburan kemudian ditunda karena rasa bersalah dan tumbuh menjadi perasaan tidak puas. Walhasil, perasaan tidak puas ini memengaruhi jiwa orang tersebut melalui dompet mereka, “Aku merasa sangat sedih! Wow, kaus ini diskon! Kaus ini akan menebus liburanku! Aku akan membeli beberapa perhiasan imitasi, celana dalam, dan sepatu!” Akhirnya, seseorang mulai mengganti hal yang mereka butuhkan, yang mahal, dengan sesuatu yang lebih murah, tetapi tidak diperlukan. Hal-hal ini memberikan kegembiraan sekilas, tetapi tidak memenuhi kebutuhan utama orang tersebut. Jika skenario ini sering berulang, lebih baik dengarkan saja suara hatimu, beli hanya apa yang kamu butuh, dan lindungi dirimu dari godaan yang tidak perlu di masa Semakin sederhana anggaranmu, semakin kuat ketergantungan kepada membantu adalah hal yang baik. Tetapi tidak dalam situasi ketika bantuan lebih mahal daripada membayar layanan yang berkualitas. Misalnya, seseorang ingin menghemat uang dan alih-alih membayar tukang terlatih, dia malah meminta temannya yang bernama Juki untuk membantu memindahkan perabotannya. Namun, di masa depan, si Juki mungkin mengingatkan orang tersebut tentang utang moral ini pada saat yang sangat tidak terduga dan tidak menyenangkan. Semakin murah anggarannya, semakin nyata prinsip “menghemat uang dengan meminta bantuan teman daripada harus pergi ke ahlinya”. Selain itu, lebih sulit untuk menghapus orang yang tidak kamu sukai dari hidupmu, karena kamu terus berpikir bahwa kamu mungkin membutuhkan bantuan mereka di masa depan. Kamu bisa mengabaikan “keinginan” maupun “kebutuhan” orang lain jika kamu tidak mengalihkan masalahmu kepada mereka. Itulah mengapa lebih menguntungkan untuk mengarahkan energi ke pekerjaan bergaji tinggi, daripada melanjutkan rantai utang bersama. “Menemukan orang yang melakukan pekerjaan dengan baik adalah tugas yang sederhana!” Banyak orang mungkin berpikir demikian. Ternyata tidak semudah itu! Tapi ada sebuah cara yang membantumu mengabaikan pikiran berbahaya seperti, “Kira-kira orang bakal ngomong apa, ya?” makanya bayar saja upah atas bantuannya. Saat membayar bantuan Juki, kamu menjaga kebebasan moralmu. Ketika Juki memintamu untuk membantunya memperbaiki sesuatu, kamu dapat menolak bantuannya atau menyebutkan upah atas kesimpulan umum yang kami peroleh setelah mengumpulkan semua situasi di atas untuk menghemat uang, kamu perlu meningkatkan penghasilanmu. Pengawasan ketat terhadap pengeluaran hanya berfungsi sebagai tindakan sementara. Jika kamu terus berkata ’tidak’ pada diri sendiri dalam hal kegembiraan kecil maupun besar, maka kamu akan terus bergantung kepada keadaan yang tidak menguntungkan ini dan tenggelam dalam paham bahwa kami telah menyinggung topik yang sensitif dan kompleks. Oleh sebab itu, kami akan senang mendengar pendapatmu mengenai hal ini di kolom komentar!Sisi Terang/Psikologi/Alasan Orang Hemat Berusaha Meningkatkan Penghasilan daripada Harus Irit
Kekacauanseperti ini memiliki dampak negatif terutama mampu membuat seseorang menjadi stres berlebihan. Penghasilan yang seharusnya cukup untuk satu bulan malah habis tidak karuan tanpa ada sisa tabungan. Hal ini sangat merugikan karena Anda bekerja untuk memenuhi kebutuhan konsumtif saja tanpa memiliki investasi. Siapa yang tidak suka belanja? Kegiatan satu ini tentu selalu menjadi hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Bukan hanya kaum Hawa saja, kaum Adam pun banyak yang memiliki hobi berbelanja. Dari anak muda hingga orang tua, semuanya pasti sangat menikmati aktivitas yang satu ini. Kebiasaan berbelanja haruslah dilakukan dengan menerapkan sejumlah aturan yang ketat. Hal ini untuk mencegah kebobolan pada pos pengeluaran. Jika tidak dilakukan dengan baik, maka akan sangat mungkin hobi berbelanja tersebut justru berpotensi menimbulkan sejumlah pemborosan di dalam anggaran keuangan, di mana kamu mengeluarkan sejumlah dana untuk membeli berbagai hal yang sebetulnya tidak begitu dibutuhkan. Alih-alih bisa menabung, kebiasaan boros ini justru bisa menimbulkan sejumlah masalah dan juga utang di masa yang akan datang. Merepotkan, bukan? Ada banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka telah melakukan sejumlah pemborosan di dalam hidup mereka. Hal ini berlangsung seperti sebuah kebiasaan yang tidak disadari dan menjadi hal yang terlihat wajar di dalam kehidupan yang mereka jalani. Jika dibiarkan berlangsung terus-menerus, maka kebiasaan ini akan sangat sulit untuk diubah dan dihilangkan, terutama jika tidak dibarengi dengan komitmen dan juga keinginan yang cukup kuat. Hal tersulit untuk dihilangkan adalah hal yang kamu senangi, karena kamu akan membutuhkan kerja keras dan juga kemauan dalam menaklukkan diri sendiri. Namun, bukan berarti tidak mungkin berubah, hal ini tentu bisa diperbaiki jika kamu menerapkan metode yang tepat dalam menanganinya. Lakukan 15 cara di bawah ini untuk mengubah kebiasaan hidup boros yang kamu jalani selama ini menjadi kebiasaan berhemat. Baca Juga Efektif Capai Tujuan Finansial Keluarga dengan Investasi, Begini Tips Menyisihkan Uang Belanja Bingung cari tabungan terbaik? Cermati solusinya! Bandingkan Tabungan Terbaik Sekarang! Tips Mengubah Kebiasaan Boros Menjadi Kebiasaan Hemat Atur Anggaran Sumber Susun Anggaran dan Terapkan Secara Bertahap Ketika kamu terbiasa melakukan pemborosan, maka bisa dipastikan kamu memiliki sejumlah masalah dalam anggaran keuangan. Hal ini akan terjadi secara sistematis, di mana berbagai pos yang terdapat di dalam keuangan tidak berjalan dengan lancar dan sebagaimana mestinya. Lakukan penyusunan ulang terhadap anggaran keuangan, terapkan berbagai macam kebijakan di dalamnya yang bertujuan untuk menghentikan pemborosan uang. Jangan menganggap ini sebuah pekerjaan yang mudah, kamu akan membutuhkan sebuah perhitungan dan pertimbangan yang cermat dalam menyusun sebuah anggaran yang tepat. Susun anggaran dengan masuk akal, jangan memasukkan sejumlah penghematan yang mustahil dilakukan. Setelah menyusun anggaran dengan baik, maka kamu bisa menerapkannya di dalam kehidupan. Ingat, segala sesuatunya tidak bisa diubah secara ekstrim. Kamu akan menemukan kesulitan untuk melakukannya jika berlebihan. Lakukan penghematan pada anggaran secara perlahan dan bertahap, sehingga tindakan tersebut bisa berjalan dengan mudah dan tidak berpengaruh besar pada aktivitas sehari-hari. Buat hal ini menjadi mudah dan menyenangkan untuk dilakukan, kamu bisa memberi diri sendiri sebuah reward atas pencapaian yang telah kamu lakukan pada anggaran tersebut, ini akan membuatmu lebih bersemangat dalam melakukan penghematan. Lakukan Analisis Mengenai kebiasaan belanja yang berlebihan, ada baiknya kamu melakukan analisis kecil terhadap hal tersebut. Tidak semua kegiatan belanja itu buruk, namun yang patut untuk dipikirkan adalah mengenai poin mana dari kegiatan tersebut yang membuatmu senang/bahagia. Barangkali kamu akan senang pada saat berjalan-jalan di mal saja, atau pada saat mengenakan pakaian yang baru kamu beli. Dengan mengetahui hal seperti ini, maka kamu bisa memperkecil lingkup kebiasaan belanja yang sering kamu lakukan. Bisa saja kamu sebenarnya hanya butuh berjalan-jalan dan menikmati secangkir kopi sepulang kantor, maka artinya kamu tidak perlu membawa serta kartu kredit dan kartu ATM yang bisa memicumu untuk berbelanja. Ketahui dengan baik untuk apa dan kenapa kamu menghabiskan uang pada saat berbelanja. Pertimbangkan kedua hal tersebut dengan bijak, sehingga kamu bisa mengontrol dan mengatur pengeluaranmu saat sedang berbelanja. Ketahui Penyebab dan Cari Solusinya Ada banyak hal yang menjadi penyebab orang berbelanja dan mengeluarkan sejumlah uang di luar kebutuhannya. Hal ini akan sangat tergantung pada kebiasaan orang tersebut. Sebagian orang malah berbelanja hanya karena mereka memiliki banyak waktu luang di luar jam kerja, sehingga hal tersebut dimanfaatkan untuk belanja demi mengusir kebosanan. Jika ternyata kamu berbelanja karena alasan tersebut, maka ada baiknya kamu mulai mencari sebuah solusi untuk menghindari waktu kosong yang kamu miliki. Bepergian bersama teman ke taman kota, atau sekadar duduk mengobrol dengan sahabat di sebuah kedai kopi bisa menjadi pilihan yang tepat dalam menghabiskan waktu. Hal tersebut tentu akan jauh lebih bermanfaat daripada melakukan kegiatan belanja yang akan menghabiskan banyak uangmu untuk kebutuhan yang tidak terlalu penting. Lakukan berbagai hal yang bisa membantumu menghindari kegiatan belanja dan pemborosan. Berhemat Secara Perlahan Jangan pernah melakukan penghematan yang ekstrim di dalam keuangan, hal tersebut akan menjadikan penghematan sebagai sebuah hal yang sulit atau bahkan mustahil dilakukan. Jalankan hal ini secara perlahan dan juga terencana. Mulailah dari hal-hal kecil saja yang terlihat mudah untuk dilakukan. Jadikan Rutinitas Semua orang akan memiliki cara tersendiri dalam mengelola keuangannya. Akan tetapi, apapun cara yang dipilih, sebaiknya kamu mengawasi setiap pengeluaran yang dilakukan. Selalu luangkan waktu di akhir pekan untuk menghitung dan juga mengawasi pos pengeluaran yang telah kamu lakukan. Hal ini akan membantumu mengontrol dan juga mengawasi keuangan dengan baik. Lakukan hal ini sebagai kegiatan wajib dan juga menyenangkan bagimu. Ganti Kebiasaan Lama dengan Kebiasaan Baru Ada banyak hal yang harus berubah dalam hidup jika kamu memang ingin mulai hidup hemat dan tidak boros. Kamu bisa melakukannya dengan mudah dan tepat agar tidak menyulitkan. Contohnya, ketika kamu senang menikmati kopi buatan kafe yang harganya terbilang cukup mahal, maka kamu bisa mengubah kebiasaan tersebut dengan menyeduh kopi sendiri di rumah dan membawanya ke tempat kerja. Kamu bisa berhemat dengan tetap melakukan hal yang disukai, mudah bukan? Hindari Godaan Ketika kamu mengetahui dengan baik apa yang menjadi kelemahanmu, maka kamu dengan mudah dapat menghindarinya dan menjauh dari hal tersebut. Hal ini juga berlaku dalam masalah kebiasaan belanjamu yang buruk, di mana kamu akan sering berperang dengan diri sendiri ketika kamu mendatangi mal dan melihat banyak barang-barang bagus di sana. Jauhi mal dan pusat perbelanjaan, jika tempat itu memang membuatmu sulit berhemat. Tidak Malu Menanyakan Diskon Hari gini masih malu menanyakan diskon? Sudah tidak zamannya lagi karena orang yang finansialnya terbukti sukses saja tidak malu melakukannya. Hal ini sangatlah wajar karena siapapun ingin membayar murah, tapi dengan kualitas sama kalau memang memungkinkan. Jadi, jangan pernah malu menanyakan diskon, baik dalam bentuk cashback atau potongan harga saat berbelanja di supermarket atau nongkrong di kafe tertentu. Selisih harganya lumayan untuk ditabung. Menjadi Seorang Minimalis Orang sukses tahu untuk mendapatkan uang butuh pengorbanan yang cukup besar. Itulah sebabnya kenapa beberapa dari mereka memilih untuk menjadi seorang minimalis. Dalam arti punya sedikit barang, tapi yang berkualitas karena umur pakainya lebih lama. Dengan sifat minimalis ini, kamu bisa lebih berhati-hati saat membelanjakan uang. Buat Tanda Pengingat Hal ini akan memudahkanmu untuk memiliki kontrol dalam melakukan pengeluaran. Beberapa orang membuat tanda pada kartu kredit, buku catatan, atau bahkan pada kulkas untuk mengingatkan mereka akan berbagai hal penting yang harus dilakukan. Pilih tanda pengingat yang paling tepat untukmu, di mana hal tersebut bisa kamu lihat dan lakukan dengan mudah. Jangan Terlalu Keras pada Diri Sendiri Terkadang kamu bisa kalap atau khilaf dan di satu saat kamu kembali pada kebiasaan boros. Maka, yang perlu dilakukan adalah tidak menghukum diri sendiri atas hal tersebut. Fokuslah dan tetap pikirkan penghematan yang kamu rencanakan sejak awal di dalam anggaran. Lanjutkan kembali anggaran keuangan dan lakukan penghematan yang lebih baik di hari-hari yang akan datang. Dukungan Moral Saat kamu benar-benar jenuh dan lelah dengan berbagai masalah keuangan yang tak kunjung membaik, maka ada baiknya kamu mendatangi seseorang atau ahli keuangan untuk membicarakan hal tersebut. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan solusi dan juga dukungan untuk bisa menjalankan financial management yang lebih baik lagi. Belajar Mengendalikan Emosi Sadar atau tidak, ketidakstabilan emosi dapat merusak perencanaan keuangan yang dibuat, lho! Inilah alasan kenapa orang sukses berusaha untuk mengontrol emosinya agar tetap stabil guna menghindari adanya pengeluaran secara tiba-tiba. Mereka tidak menjadikan shopping, gambling, atau nongkrong sebagai upaya untuk memperbaiki mood yang jelek. Tapi, mereka memilih untuk menenangkan diri dan berusaha menemukan akar dari suatu permasalahan guna mempercepat proses penyelesaiannya. Berinvestasi di Sektor yang Menguntungkan Daripada uangnya habis untuk belanja, mending kamu investasikan. Investasi dipercaya dapat membuat aset bertumbuh setiap tahun kalau pemilihannya tepat dan dibarengi dengan evaluasi portofolio secara rutin. Adapun investasi yang paling banyak diminati adalah properti, emas, saham, dan deposito. Silakan dipilih mana yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi finansial, ya! Tak Pernah Berhenti Belajar Tentang Finansial Dengan belajar, kamu bisa lebih mengenali cara mengelola uang yang tepat. Dengan demikian, hal-hal yang dapat membawa kehancuran pada finansial dapat dihindari sedini mungkin. Baca Juga 20 Tips Mengelola Uang Biar Makin Kaya Ketahui dan Perbaiki Kelemahan Ketika berbicara mengenai pemborosan, maka sering kali hal tersebut telah menjadi sebuah kebiasaan yang terjadi dalam kurun waktu yang tidak sebentar. Hal ini tentu dipengaruhi oleh caramu dalam menyusun anggaran keuangan dan juga menerapkannya. Cari tahu di pos mana anggaran tersebut selalu membengkak, lalu terapkan beberapa kebijakan khusus di sana untuk mencegahnya kembali terulang. Jika belanja adalah kelemahanmu dalam mengontrol keuangan, maka lakukan hal ini dengan hati-hati dan penuh pertimbangan. Baca Juga Ekonomi Tahun 2023 Diramal Gelap, Yuk Cari Tahu Cara Tepat Lawan Inflasi! Kebiasaan UbahKebiasaan KebiasaanHemat KebiasaanBoros TipsBerhemat Alasanlain, mengapa kita harus menghemat energi adalah karena banyak sumber energi yang kita gunakan sekarang bukanlah sumber yang dapat diperbarui dengan mudah. Alhasil, energi tersebut dapat menipis, atau bahkan bisa habis jika digunakan secara berlebihan. Manusia harus menghemat energi untuk mengurangi biaya hidup.
GERAKAN pola hidup hemat dan bersahaja selalu diperbincangkan. Yang dimaksud dengan pola hidup hemat berarti gaya hidup yang tidak boros dan tidak berlebihan. Sebagian kaum milenial di kota-kota besar cenderung memiliki gaya hidup konsumtif. Hal ini karena tersedia berbagai fasilitas dan pusat perbelanjaan sehingga hasrat untuk berbelanja jadi sulit terbendung. Namun, tahukah Anda apa manfaat dari perilaku hidup hemat? Apa saja akibat serta cara hidup hemat yang benar? Ayo disimak, penjelasan di bawah ini Manfaat Perilaku Hidup Hemat Berikut ini adalah manfaat hidup hemat yang dirangkum dari berbagai sumber 1. Bebas dari Hutang Bebas dari hutang adalah salah satu manfaat hidup hemat. Pasalnya, dengan berhemat Anda akan berpikir berulang kali sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli sesuatu. Anda tidak akan tergoda untuk membeli sesuatu di luar batas kemampuan finansial. Terlebih jika hal tersebut justru menguras hampir seluruh uang yang Anda miliki. 2. Membentuk Kemandirian Manfaat hemat lainnya yaitu bisa membantu membentuk diri menjadi lebih mandiri. Hal tersebut dikarenakan seseorang yang terbiasa hidup hemat sudah bisa bertanggung jawab dengan uang yang dimiliki. Kebiasaan baik ini perlu dipupuk sejak kecil. Dengan demikian, saat memasuki usia dewasa, orang tersebut sudah tidak bertangung lagi dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan dirinya. 3. Terhindar dari Gaya Hidup Konsumtif Menghambur-hamburkan uang bukan lah kegiatan yang positif. Sifat boros ini dapat menuntun kita ke dalam penyesalan. Dengan hemat, Anda akan terbebas dari gaya hidup konsumtif karena Anda hanya akan membeli barang atau keperluan sesuai dengan kebutuhan. Anda tidak akan mudah tergoda untuk membeli barang-barang yang tidak membawa manfaat dalam kehidupan Anda. Tabungan Untuk Masa Depan Manfaat hidup hemat yang keempat yaitu memiliki tabungan untuk masa depan. Dengan berhemat tentunya kita tidak menghabiskan semua uang yang kita punya. Anda pasti menyisihkan sekian persen dari uang yang Anda miliki untuk ditabung. Dengan begitu Anda akan lebih siap menghadapi masa depan. Dengan adanya tabungan masa depan, Anda juga berpeluang mewujudkan impian-impian Anda. Hidup pun menjadi sejahtera. 5. Punya Dana Cukup Untuk Pensiun Siapa yang tidak ingin menghabiskan masa tua atau pensiun tanpa merasa tertekan masalah keuangan? Tentunya semua orang ingin seperti ini. Jika Anda fokus pada gaya hidup hemat mulai dari sekarang, keinginan ini akan terwujud dengan sendirinya dan manfaat hidup hemat ini akan sangat terasa. Maka dari itu, pastikan untuk rajin menabung dan memupuk gaya hidup hemat sebisa mungkin. Biarpun sedikit, lama-lama uang tabungan yang ada akan menggunung. 6. Jauh dari Sifat Sombong dan Pamer Ini adalah manfaat hidup hemat yang cukup penting di masyarakat. Pasalnya, dengan hidup hemat kita lebih bisa mengendalikan diri untuk tidak memamerkan apa yang kita miliki. Lain halnya dengan mereka yang boros. Orang tipe ini biasanya senang memamerkan barang dan sombong terhadap apa yang dimiliki. Mereka juga cenderung pilih-pilih dalam bergaul. 7. Sisa Dana Bisa Diinvestasikan Jika Anda hemat, tentunya Anda memiliki lebih banyak uang yang tersisa. Terutama setelah semua kebutuhan pokok terbayar. Nah, sisa dana yang ada ini bisa disewa untuk investasi, sehingga keuangan Anda akan lebih sehat dan lebih untung! Beberapa instrumen investasi yang dapat Anda pilih antara lain yaitu menyimpan emas, membeli reksadana, deposito, dan lainnya. Dana Darurat Di dunia ini tidak ada sesuatu yang pasti. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Tak Terkecuali darurat! Dana darurat sangatlah penting untuk dipersiapkan agar Anda lebih siap dalam menghadapi kejadian apapun yang menimpa Anda. Nah, dari gaya hidup hemat ini Anda berpotensi memiliki dana darurat yang memadai. 9. Tahu Mana Prioritas Utama Hidup hemat artinya kita tahu apa yang penting dan harus kita penuhi. Dari manfaat hidup hemat ini kita akan lebih terasa untuk memprioritaskan kebutuhan kita. Dengan nyatanya kemampuan ini, Anda akan lebih mudah mengendalikan diri untuk tidak mengeluarkan uang hanya untuk bersenang-senang sewaktu-waktu. Misalnya, barang-barang keluaran terbaru seperti gawai, skincare, pakaian, ataupun varian makanan terbaru. 10. Menjadi Pribadi yang Bertanggung Jawab Gaya hidup hemat dapat melarang Anda untuk lebih bertanggung jawab dalam semua keputusan yang dibuat. Misalnya, jika Anda ingin membeli sesuatu, Anda memastikannya terlebih dahulu jika barang tersebut benar-benar Anda perlukan dan memiliki fungsi yang sesuai. Akibat tak Berperilaku Hidup Hemat Kebiasaan konsumtif dan gaya hidup boros akan memberikan Anda beberapa dampak negatif sebagai berikut 1. Terjadi Krisis Keuangan Dampak negatif hidup boros yang pertama adalah memperburuk kondisi finansial. Pengeluaran berlebihan dapat menimbulkan krisis keuangan, dimana penghasilan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bulanan. Apalagi jika Anda mengelola bisnis pribadi, gaya hidup ini dapat beresiko pada kebangkrutan. 2. Tidak Bisa Menabung Apakah Anda sering berbelanja barang non kebutuhan pokok berkedok “self reward” secara berlebihan? Hati-hati, kebiasaan ini juga dapat membawa dampak negatif hidup boros lho! Salah satunya adalah Anda jadi sulit mengalokasikan uang untuk menabung. 3. Hutang dan Tagihan Menumpuk Terlalu memaksakan diri membeli berbagai barang impian membuat banyak orang terjerat hutang. Layanan pembayaran seperti pay later juga seringkali menimbulkan tumpukan tagihan tiap bulannya. Ditambah lagi, bunga cicilan hutang yang cukup besar tentu menjadi beban tersendiri. Dampak negatif hidup boros yang satu ini tentu mengerikan. Oleh karena itu, usahakan semua pengeluaran telah ter-cover dengan penghasilan. Jika memang terpaksa berhutang, pastikan Anda mampu untuk membayarnya. 4. Tidak Memiliki Dana Darurat Gaya hidup konsumtif dapat membuat Anda lupa bahwa terkadang kita menghadapi situasi darurat yang menimbulkan pengeluaran cukup besar. Namun, karena pemborosan, seringkali dana darurat itu tidak tersedia. Padahal, menyisihkan dana darurat minimal 20% dari total penghasilan per bulan adalah hal yang sangat penting. Meskipun sifatnya spekulatif, namun jika suatu saat timbul pengeluaran tak terduga, tentu Anda tak perlu mencari pinjaman kesana kemari. 5. Menimbulkan Perasaan Stress Dampak negatif hidup boros juga dapat berpengaruh pada kesehatan Anda. Ketika kondisi dompet semakin menipis padahal baru saja gajian, tentu bisa membuat siapa saja stres. Terlebih jika ada cicilan dan tagihan yang harus dibayar. Parahnya lagi, pikiran stres juga dapat memicu munculnya berbagai penyakit fisik. Mengerikan bukan? Semoga dampak negatif hidup boros yang satu ini tidak terjadi pada Anda, ya! 6. Kesulitan untuk Membeli Properti Memasuki usia 25 tahun, Anda mungkin mulai berpikir untuk memiliki properti berupa rumah, tanah, atau bisnis tertentu sebagai bekal di hari tua. Namun, keinginan ini tak akan terwujud apabila kita memiliki gaya hidup boros. Dampak negatif gaya hidup boros ini tentu tidak akan muncul apabila Anda mengalokasikan 10% gaji bulanan untuk berinvestasi atau sebagai tabungan membeli properti. 7. Memicu Permasalahan dalam Keluarga Dampak negatif hidup boros tak hanya menimpa diri sendiri, namun seringkali berimbas kepada keluarga. Misalnya, pertengkaran yang dipicu oleh gaya hidup konsumtif salah satu pasangan. Selain itu, hutang akibat pemborosan juga dapat memicu masalah keluarga. Saat ini, banyak kreditur yang tak segan-segan meneror kerabat debiturnya ketika terjadi keterlambatan cicilan. Jika sampai terjadi, tentu hubungan Anda dan keluarga jadi kurang harmonis. Cara Hidup Hemat Setelah mengetahui apa dampak negatif dari gaya hidup boros, tentu Anda butuh beberapa cara untuk mengantisipasinya. Oleh karena itu, di bawah ini kami telah merangkum tips gaya hidup hemat. 1. Sisihkan Uang untuk Menabung Sejak Awal Gajian Agar terhindar dari berbagai dampak negatif hidup boros, jangan menabung dengan uang sisa belanja. Namun, usahakan menabung sejak awal gajian. Caranya adalah dengan mengalokasikan 20% pendapatan dan menyalurkannya ke rekening tabungan tiap bulan. 2. Bersikap Bijak dalam Berbelanja Tak hanya menabung, Anda juga perlu membuat catatan kebutuhan apa saja yang perlu Anda beli tiap bulannya. Meskipun terkesan ribet, namun cara ini efektif untuk mengurangi perilaku konsumtif. Bahkan jika perlu, Anda dapat membawa catatan belanja tiap kali pergi ke swalayan agar tidak kalap membeli banyak barang. 3. Membiasakan Diri dan Keluarga untuk Membawa Bekal Selamatkan keluarga tercinta dari dampak negatif hidup boros dengan membiasakan mereka membawa bekal dari rumah. Cara ini tak hanya efektif mengurangi pengeluaran untuk jajan, namun juga baik bagi kesehatan, karena bekal buatan sendiri biasanya jauh lebih bergizi dibanding makanan ringan dan cepat saji. 4. Berbelanja Ketika Diskon Cara menghindari dampak negatif hidup boros adalah berbelanja saat ada promo atau diskon. Namun, Anda perlu berhati-hati, karena biasanya di momen ini justru kita bisa kalap melihat banyaknya barang-barang dengan harga lebih terjangkau dibanding biasanya. 5. Hindari Hutang atau Sistem Belanja Pay Later Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, salah satu dampak negatif hidup boros adalah hutang dan tagihan jadi menumpuk. Nah, solusi terbaiknya adalah jangan berhutang, kecuali Anda benar-benar terdesak. Selain itu, hindari sistem pembayaran pay later. Meskipun dapat membantu Anda memiliki barang impian secara instan, namun bunga yang diberikan juga cukup besar. Selain itu, tagihan yang muncul tiap bulan tentu mengganggu ketenangan hidup. Nah itu tadi dampak negatif hidup boros beserta kiatnya.OL-5

6 Fokus pada Tujuan yang Ingin Dicapai. Tujuan hidup yang berusaha kamu capai membutuhkan fokus dan usaha yang tidak sedikit, sehingga dibutuhkan kerja keras dan konsistensi selama prosesnya dan tidak ada waktu untuk menghiraukan orang lain. Semakin tinggi tujuan yang ingin dicapai, semakin besar pula usaha dan fokus yang diperlukan.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa hemat itu pangkal kaya. Hal itu memang benar adanya dan sudah terbukti oleh banyak orang. Namun hal tersebut bisa saja malah balik menjadi buruk jika dilakukan secara kamu terlalu berlebihan dalam menghemat uang, hal tersebut akan berdampak buruk bagi keberlangsungan hidupmu sehari-hari. Ada lima alasan mengapa hal buruk itu wajib sesegera mungkin untuk dihindari. Untuk penjelasannya, simak pembahasan Terlalu berhemat dapat membuat hidupmu khanHal yang akan didapat jika terlalu berhemat adalah kamu hanya akan menyiksa diri sendiri. Semua keinginan tidak akan terealisasi hanya karena kamu menghemat uang secara berlebihan. Terlebih lagi terkait kebutuhan, kamu juga akan menghemat hal itu adanya hal tersebut dapat dikatakan bahwa hidupmu tidak akan bahagia. Setiap hari kamu akan terus-terusan tersiksa hanya karena keinginan yang terlalu idealis. Cobalah untuk lebih realistis dan hadapi yang ada di depan terlebih Kamu pasti akan cenderung menjadi orang yang crowSetiap orang dituntut untuk senantiasa berbuat baik terhadap sesama. Salah satunya adalah dengan bersikap dermawan kepada orang-orang yang membutuhkan. Namun hal tersebut tidak akan kamu lakukan jika terlalu berhemat perihal pasti akan cenderung pelit dan berpatokan pada sikap egosentris. Ingatlah bahwa pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu cobalah untuk tidak terlalu berlebihan dalam berhemat. Baca Juga 5 Zodiak Ini Sangat Memprioritaskan untuk Menabung, Pelit atau Hemat? 3. Bisa saja kamu malah menjauh dari dunia thomasDengan berhemat secara berlebihan, kamu pasti akan cenderung menjauh dari dunia luar. Hal itu karena kamu lebih mementingkan keinginan yang sesuai dengan mimpimu daripada menghidupi keseharianmu. Alhasil kamu akan terus-terusan menahan diri untuk tersebut akan berdampak buruk bagimu karena kamu akan memiliki pola pikir bahwa semua yang ada di luar sana pasti akan menghabiskan isi dompetmu. Maka dari itu cobalah untuk tidak berlebihan dalam berhemat demi kebaikan Kamu akan menjadi seseorang yang tidak mencintai diri linSemua orang pasti setuju bahwa self-love adalah nomor satu. Hal tersebut tidak dapat diganggu gugat karena yang bisa menciptakan di dalam hidupmu adalah dirimu sendiri. Jika terlalu berlebihan dalam berhemat, kamu hanya akan menyiksa pasti rela mengorbankan kebahagiaan diri sendiri demi kebahagiaan semua yang belum tentu terjadi. Oleh karena itu mulai sekarang cobalah untuk tidak pelit terhadap diri sendiri dengan cara gak berlebihan dalam Ingatlah bahwa segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan itu tidak tranSebelumnya telah banyak disebutkan bahwa segala sesuatu yang dikerjakan secara berlebihan itu tidak baik. Begitu pula dengan berhemat, meskipun ada angan yang cukup membahagiakan di depan sana, tetapi hal tersebut belum tentu seratus persen secukupnya dan jangan sampai mengorbankan kebahagiaan diri sendiri pada saat ini. Mulailah untuk lebih berpikir secara realistis terkait kebahagiaanmu sekarang. Jangan rela menderita demi kebahagiaan tak secukupnya karena segala sesuatu yang berlebihan itu gak baik. Jangan lupa untuk menikmati hidup, ya! Baca Juga 8 Tips Sederhana Mencegah Perilaku Boros, Saatnya Berhemat! IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Polahidup hemat berarti gaya hidup tak boros dan tak berlebihan. Sikap hemat juga berarti memenuhi kebutuhan secara sederhana dan tak menghamburkan modal atau uang yang dimiliki. Tujuan dari pola hidup hemat ialah untuk mempersiapkan tabungan masa depan.

Ilustrasi hidup hemat. Sumber PexelsBanyak orang yang beranggapan bahwa hidup bergelimang harta itu ideal. Namun sejatinya, materi tidak selalu menjadi faktor penentu orang membuktikan bahwa hidup sederhana tetap bisa mendatangkan kebahagiaan dan kenyamanan. Desi Anwar dalam bukunya Hidup Sederhana mendefinisikan hidup sederhana sebagai hidup yang sesuai kebutuhan dan tidak ukur hidup sederhana dan hemat bagi setiap orang memang berbeda, begitu pun dengan biaya hidup masing-masing. Meski begitu, inti dari hidup sederhana adalah membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan yang hanya sekadar keinginan. Pembedaan tersebut akan membantu manusia untuk menetapkan prioritas, baik itu barang, makanan, teman, dan lainnya. Ada banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari perilaku hidup hemat dan sederhana. Apa saja? Simak ulasan hidup sederhana, Sumber PexelsManfaat Hidup Hemat dan SederhanaBerikut adalah keuntungan hidup sederhana berdasarkan buku Pendidikan Lingkungan Hidup oleh Nita Suherneti dan Aan SujanaPola hidup sederhana akan membentuk kebiasaan seseorang membeli dan melakukan sesuatu berdasarkan kebutuhan. Kebiasaan itu akan membuat kita terhindar dari perilaku konsumtif dan sombong karena tidak membutuhkan pujian dari orang sederhana dan hemat juga akan menghindari kita dari sifat mubazir. Jika kita konsumtif, setiap hal yang diperoleh tidak akan diapresiasi yang hidup sederhana akan terhindar dari lilitan hutang karena membeli sesuatu yang sesuai kemampuan finansial dan kebutuhannya. Sebaliknya, jika seseorang membeli sesuatu yang di luar kemampuannya dan memaksakan keinginannya, kemungkinan orang tersebut akan memilih Menabung Demi Masa DepanKetika lebih mengutamakan kebutuhan pokok, seseorang akan bisa menyimpan uangnya agar tidak dipakai secara berlebihan. Tabungan tersebut bisa digunakan untuk investasi masa depan atau hal-hal yang bersifat mendesak. Tabungan juga dapat menyejahterakan keturunan yang akan Menolong Orang Lain yang Sedang SusahKarena kondisi finansial orang yang hidup hemat sudah terorganisir, uang yang ditabung juga bisa digunakan untuk membantu orang lain yang membutuhkan yang hidup sederhana dan hemat akan lebih bersyukur dan mengapresiasi apa yang dimiliki karena tidak akan tergoda oleh hal duniawi yang berlebihan. Dengan begiyu, setiap keputusan yang dibuat lebih rasional dan tidak terdorong oleh nafsu.

Rasulullahs.a.w. sebagai pemimpin umat manusia telah mencanangkan hidup hemat dan bersahaja. Dalam kesehariannya, beliau tampak sederhana, tidak glamor, tidak boros, dan tidak berlebihan dalam menggunakan fasilitas-fasilitas yang dimilikinya. Bahkan dalam masalah air sekalipun, beliau selalu mengingatkan para sahabatnya untuk menghemat - Hemat pankal kaya, merupakan salah satu pepatah yang sudah kerap kita dengar ya, Kawan Puan. Menjadi orang yang suka berhemat memanglah bagus, terlebih untuk keuangan kita. Pasalnya, terlalu boros dan suka membelanjakan uang dengan sembarangan bisa membuat keuanganmu kacau. Sehingga ada baiknya Kawan Puan berhemat dan tidak terlalu boros agar keuanganmu aman. Namun, berhemat yang berlebihan juga bisa menjadi gejala gangguan kepribadian obsesif kompulsif yang termasuk dalam penyakit mental. Berhati-hati tentang bagaimana kamu membelanjakan uangmu dapat memberi reputasi sebagai orang yang hemat, tetapi ketika penny-pinching terlalu jauh dan uang pada dasarnya ditimbun, itu bisa menjadi gejala gangguan kepribadian obsesif kompulsif. Gangguan tersebut mempengaruhi sekitar 1 dari 100 orang dewasa, menurut International OCD Foundation, seperti dikutip dari Everyday Health. Menurut American Psychiatric Association, berhemat adalah gejala gangguan kepribadian obsesif kompulsif atau obsessive compulsive personality disorder OCPD ketika seseorang mengadopsi gaya pengeluaran yang kikir baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Uang dipandang sebagai sesuatu yang harus ditimbun untuk bencana di masa depan. OCPD, bagaimanapun, tidak sama dengan OCD atau gangguan obsesif kompulsif. Baca Juga 3 Masalah Kesehatan Mental yang Kerap Menimpa Remaja, Kenali Gejalanya Namun, karena istilah "OCD" biasa digunakan dalam situasi di mana orang-orang berorientasi pada detail, istilah ini sering dikacaukan dengan OCPD. Meski sama-sama gangguan mental, faktanya, OCD dan OCPD adalah gangguan yang berbeda. “OCD adalah penyakit di mana orang memiliki pikiran yang mengganggu, pikiran yang tidak masuk akal, yang konyol bagi mereka, tetapi pikiran yang tidak dapat mereka hilangkan dan menyebabkan kecemasan yang nyata,” kata Robert Hudak, MD, psikiater dengan Pusat Medis Universitas Pittsburgh di Pennsylvania, seperti dikutip dari PARAPUAN. “Orang dengan OCPD adalah orang yang sangat sibuk dengan detail, membuat daftar, gila kerja, sangat hemat. Orang dengan OCPD tidak memiliki pikiran yang mengganggu, jadi mereka tidak khawatir tentang gejalanya. Bagi mereka, mereka bertanya-tanya, 'Mengapa orang lain tidak teratur dan rapi seperti saya?',” tambahnya. Dalam hal uang, seseorang dengan OCD mungkin mengalami kesulitan menyentuhnya untuk membelanjakannya karena pemikiran yang mengganggu tentang kontaminasi. Tapi Hudak mengatakan bahwa seseorang dengan OCPD terkait berhemat tidak akan mampu membelanjakannya karena khawatir akan boros atau bangkrut di masa depan. Orang dengan OCPD mungkin sangat hemat sehingga mereka akan pergi ke dapur makanan atau berhemat pada hal-hal penting, bahkan jika mereka memiliki cukup uang untuk semua yang mereka butuhkan. Apakah Kamu Terlalu Hemat? Baca Juga Bermanfaat bagi Kesehatan, Ini Keuntungan Punya Sahabat dan Teman Ada perbedaan antara bersikap hemat dan terlalu berlebihan. "Misalnya, menganggarkan agar kamu memiliki cukup uang yang tersisa untuk keadaan darurat atau menabung untuk tujuan itu sehat," kata Hudak. Selama resesi atau masa sulit ekonomi, ketika penganggaran ketat dikagumi secara luas, mungkin sulit untuk mengetahui apakah kamu hemat berlebihan. Tanda terpenting bahwa kamu melangkah terlalu jauh, adalah ketika kamu berhemat berdampak negatif pada hubungan atau kualitas hidupmu karena kamu tidak dapat menghabiskan waktu atau uang untuk bersenang-senang atau bersantai. "Namun, berhemat yang bermasalah melampaui uang," kata Fugen Neziroglu, PhD, direktur Bio Behavioral Institute di New York City dan ahli gangguan obsesif kompulsif. "Ada kekikiran yang meluas. "Orang-orang ini mengalami kesulitan untuk bermurah hati dengan kasih sayang atau dengan waktu," terangnya. Orang tersebut mungkin juga takut menyingkirkan hal-hal tertentu karena keyakinan tentang pemborosan. Lebih lanjut, orang yang memiliki OCPD tidak mungkin melihat berhemat mereka sebagai masalah. Menurut Hudak, jika mereka yang menderita OCPD datang mencari perawatan, biasanya karena seseorang yang dekat dengan mereka telah bersikeras atau karena mereka ingin bantuan dari seorang profesional untuk mencapai tujuan perfeksionis mereka. "Kuncinya bagi terapis adalah membantu mereka mengenali bahwa mereka harus menerima ketidaksempurnaan. "Itu dilakukan melalui terapi perilaku kognitif," jelasnya. Baca Juga Bermanfaat bagi Kesehatan Mental, Catur Terbukti Mencegah Perkembangan Gejala Demensia *
Kondisiini bisa memicu stres berlebihan bagi si pelaku. Alhasil, hidupnya penuh tekanan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan melunasi utang. Kebalikannya, orang yang pintar berhemat akan lebih tenang menjalani hidup. Dengan pola hidup hemat, pundi-pundi tabungan dan investasi berpotensi makin membesar.
BAB I PENDAHULUAN A. Lata Belakang Menurut ajaran agama Islam hemat adalah suatu yang diwujudkan dengan perbuatan atau sikap berhati-hati dalam menggunakan sebagian hartanya untuk ditabung. Islam mengajarkan agar kita hidup hemat tidak berlebih-lebihan dan tidak bakhil. Orang yang hemat mengeluarkan uang penuh perhitungan antara pemasukan dan pengeluaran, antara mana yang perlu dan kurang dibutuhkan. Seorang mukmin yang baik dalam kehidupan sehari-harinya tidak boros dan tidak pula kikir dalam menggunakan hartanya harus ada keseimbangan antara kedua macam sifat tersebut dan selalu dipelihara dan dijaga. Apabila seorang mukmin menjadi kaya ia harus mampu menggunakan hartanya untuk kepentingan dirinya sendiri dan membantu kepentingan masyarakat, dan jika ia menjadi miskin ia harus dapat menguasai dirinya dengan pola hidup sederhana. Pola hidup sederhana adalah hidup secara wajar dan tidak berlebihan, penyesuaian gaya hidup dengan kemampuan keluarga dan keadaan lingkungan, akan mewujudkan ketenangan dan kedamaian dalam kehidupan keluarga. Dengan pola hidup sederhana seseorang dapat diharapkan dapat hidup hemat disertai senang bekerja keras. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana Ayat-ayat Tentang Larangan Berlebih-lebihan? 2. Apa Ayat-ayat Tentang Proporsional? 3. Bagaimana Ayat-ayat tentang larangan Mubazir? C. Tujuam Masalah 1. Untuk Mengetahui Ayat-ayat Tentang Larangan Berlebih-lebihan 2. Untuk Mengetahui Ayat-ayat Tentang Proporsional 3. Untuk Mengetahui Ayat-ayat tentang larangan Mubazir BAB II PEMBAHASAN A. Ayat – Ayat Tentang Larangan Belebih – lebihan 1. Pengertian Sikap Berlebih – lebihan Sikap adalah tanggapan atau reaksi individu yang terwujud dalam gerakan tidak saja badan atau ucapan. Sikap berlebih–lebihan merupakan keinginan untuk mengkonsumsi barang– barang yang sebenarnya kurang diperlukan secara berlebihan untuk mencapai kepuasan maksimal. James F. Angel mengemukakan bahwa perilaku konsumtif atau sikap berlebih – lebihan dapat didefinisikan sebagai tindakan – tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang – barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan – tindakan tersebut. Angel, 1994, hal. 3 Sikap berlebih – lebihan bisa dilakukan oleh siapa saja. Bahwa keinginan masyarakat dalam era kehidupan yang moderen untuk mengkonsumsi sesuatu tampaknya telah kehilangan hubungan dengan kebutuhan yang sesungguhnnya. Tidak hanya dalam membelanjakan harta, tetapi berlebih – lebihan dalam hal makan, minum, berpakaian, juga dilarang oleh Allah SWT. 2. Karakteristik Sikap Berlebih – lebihan Menurut Sumartono, karakteristik atau indikator sikap berlebih – lebihan dalam hal penggunaan harta adalah a. Membeli produk karena iming – iming hadiah. b. Membeli produk karena kemasannya menarik. c. Membeli produk demi menjaga penampilan gengsi. d. Membeli produk berdasarkan pertimbangan harta bukan berdasakan manfaat. e. Membeli produk hanya sekedar menjaga simbol atau status. f. Memakai produk karena unsur konformitas terhadap model yang mengiklankan produk. g. Munculnya penilaian bahwa membeli produk dengan harta mahal akan menimbulkan rasa percaya diri. h. Keinginan mencoba lebih dari dua produk sejenis yang berbeda. Sumartono, 2002, hal. 142 3. Bentuk – Bentuk Sikap Berlebih – lebihan a. Konsumtif Pada masa nabi tidak ada penjelasan tentang tauladan beliau yang dijelaskan secara medis, namun dengan seiring waktu manusia mulai sadar dan penasaran akan hikmah apa yang tersembunyi dibalik anjuran – anjuran beliau, diantaranya tentang adalah hendaknya manusia mampu membagi lambungnya menjadi tiga bagian, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk udara dan sepertiga lainnya untuk minum, maksud nabi adalah agar manusia tidak makan secara berlebihan, cukup baginya untuk memenuhi kebutuhan pokok. Adapun tolak ukur dibalik anjuran beliau dapat dilihat dari sisi kesehatan adalah makanan terlalu banyak memberatkan keja lambung, hati, usus bessar dan ginjal, sehingga mengakibatkan penurunan fungsi organ dan pada akhirnya sistem metabolisme terganggu. Selain dari pada itu, makanan dalam porsis besar membuat pH tubuh menjadi asam, dan bila tubuh tidak mempu mengatasi cadangan asam yang terlalu lama maka akan terjadi penumpukan karbondioksida sehingga kadar oksigen menurun dan mengakibatkan sulitnya pernafasan. b. Rakus Rangsangan harta benda telah membuat sebagian manusia tergila –gila memburunya, mengonsumsi apa yang bisa dikonsumsi, mengumpulkan atau menimbun apa yang bisa disimpan seolah – olah kehidupan di dunia ini akan berlangsung selama–lamanya. Mereka telah memperhatikan pemenuhan kebutuhan sesaat di dunia yang serba instan dan melupakan kehidupan akhirat yang eternal. Sebagaimana Islam menyerang sikap mewah, ia juga memerangi sikap borong konsumtif atau mubazir. Mungkin sebagian manusia akan bertanya “tidakkah cukup serangan Al–Quran terhadap kemewahan tanpa ditambah dengan serangan terhadap sikap boros atau mubazir?” Jawaban terhadap pertanyaan ini “boros dan mewah bukanlah dua kata yang bersinonim, didalam kemewahan terdapat unsur boros namun orang yang hidup boros belum tentu selalu hidup mewah. Betapa banyak kita menukan manusia membelanjakan hartanya untuk minuman keras, narkotika, dan barang memabukkan lainnya, sedangkan ia hidup dalam kemiskinan dan kesengsaraan. Ringkasannya setiap orang yang hidup mewah pasti boros, tetapi tidak setiap pemborosan itu hidup mewah. Al–Quran juga melarang kita membelanjakan harta dan menikmati kehidupan ini dengan boros, lebih – lebih dari itu Allah SWT sendiri tidak menyukai para pemboros. Qardhawi, 1997, hal. 155 4. Ayat Tentang Larangan Sikap Berlebih – lebihan. QS. Al – A’raf ayat 31 ÙŠَا بَÙ†ِÙŠ آدَÙ…َ Øُذُوا زِينَتَÙƒُÙ…ْ عِÙ†ْدَ ÙƒُÙ„ِّ Ù…َسْجِدٍ ÙˆَÙƒُÙ„ُوا Ùˆَاشْرَبُوا ÙˆَÙ„َا تُسْرِفُوا ۚ Ø¥ِÙ†َّÙ‡ُ Ù„َا ÙŠُØ­ِبُّ الْÙ…ُسْرِفِينَ Artinya “Hai anak Adam pakailah pakaian mu yang indah disetiap memasuki mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih – lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang – orang yang berlebih – lebihan.” Ayat ini ditujukan kepada setiap orang yang hendak pergi ke masjid baik untuk sholat dan sebagainya, supaya mereka itu mengambil perhiasannya, tegasnya bahwa mereka itu memakai perhiasan. “Perhiasan” dalan ayat di atas memakai kata zinah زينة yang dapat diartikan perhiasan atau pakaian yang menutupi auat. Dengan demikian yang dimaksud perhiasan dalam ayat ini ialah pakaian untuk menutup aurat, baik laki-laki maupun perempuan. Binjai, 2011, hal. 439 Maka Allah berfirman khudzuu ziinatakum inda kulli masjidin yang artinnya “Pakailah pakaianmu yang indah disetiapmemasuki mesjid”. Demikian yang dikatakan oleh Muhajid, Atha’, Ibrahim an - Nakha’i, Sa’id bin Jubair, Qatadah, as – Suddi, adh – Dhahhak dan Malik, dari az – Azuhri dan beberapa ulama salaf dalam memberikan penafsiran terhadap ayat tersebut. Karena ayat tersebut di atas yang menunjukkan hal itu didalam Sunnah, yaitu disunnahkan untuk menghias diri ketika hendak mengerjakan shalat, lebih – lebih pada hari jum’at dan hari raya. Juga disunnahkan untuk memakai wangi – wangian, karena itu termasuk perhiasan, serta bersiwak, karena merupakan bagian dari kesempurnaan pakaian tersebut. Dan diantara pakaian yang paling baik adalah yang berwarna putih sebagaimana yang diiwayatkan oleh Imam Ahmad. Firman Allah wa kuluu wasyarabuu yang artinya “makan dan minumlah dan jangan berlebih – lebihan”. Allah melarang mereka berlebih – lebihan dan memerintahkan mereka memakan makanan yang baik – baik. Adapun orang yang hanya membatasi dirinya dengan sedikit makanan dan minuman sehingga melemahkan badannya dan menjadikannya tidak mampu untuk menjalankan kewajibannya melakukan ketaatan atau bekerja untuk dirinya dan keluarganya maka ia telah melanggar apa yang Allah SWT perintahkan dan anjurkan. Adapun orang yang berlebih – lebihan dalam membelanjakan hartanya sampai batas perbuatan orang–orang yang lemah akal dan mubazir, maka ia juga termasuk orang yang menyelisihi apa yang telah Allah SWT syariatkan kepada hambanya. Dalam ayat tersebut juga dijelaskan “yang menutupi aurat mu” maksudnya setiap akan mengerjakan sholat atau ibadah – ibadah yang lain, ayat ini memerintahkan untuk menutupi aurat, karena menutupnya menghiasi badan sebagaimana menanggalkannya menjadi buruk bagi badan, berlebihan maksudnya jangan melampaui batas yang dibutuhkan oleh tubuh. Berlebih – lebihan adalah perkara yang dibenci Allah SWT, membahayakan badan dan penghidupannya, bahkan terkadang membawa kepada keadaan yang membuatnya tidak sanggup memenuhi kewajiban. Sikap melampaui batas berlebihan menjelma dalam bentuk a. Pamer kekayaan, berlebihan dalam memakai atau menggunakan kekayaan, baik berupa pakaian ataupun makanan, sehingga menimbulkan sikap ria. b. Berjiwa Sombong, lepas kontrol terhadap diri sendiri dan sosial, sehingga melakukan hal-hal yang diluar kewajaran. c. Mendambakan kemewahan dunia semata, sehingga melupakan akhirat. d. Mengikari nikmat yang dikaruniakan oleh Allah, atau kufur nikmat, seperti melupakan pemberi rezki Allah dan menganggap rezeki yang diperoleh hanya semata karena usaha sendiri. e. Melakukan ibadah secara berlebihan, seperti shalat malam semalam suntuk, sehingga ketiduran ketika menjelang pagi dan meninggalkan shalat shubuh Menurut syaekh Nashir As Sa'di, hal yg bisa dikatagorikan berlebihan,yaitu a. Menambah-nambah di atas kadar kemampuan, dan berlebihan dalam hal makan, karena makan yang terlalu kenyang dapat menimbulkan hal yang negatif pada struktur tubuk manusia. b. Bermewah-mewah dalam makan, minum dan lain-lain artinya dalam memakan atau meminum sesuatu tidak boleh memperturutkan hawa nafsu, sehingga semua yang di inginkan tersedia. c. Melanggar batasan-batasan yang telah di tentukan Allah SWT. d. Menumpuk-numpuk harta atau sesuatu hal yang tidak telalu dibutuhkan oleh kita maupun oleh masyarakat. e. Melakukan segala sesuatu yang berlebiha, contohnya terlalu banyak tidur bisa menyebabkan berbagai penyekit terutama malas, dari penyakit malas inilah timbul berbagai dampak yang tidak baik seperti tidak mau bekerja, kalaupun bekerja hasilnya pun tidak akan optimal. f. Melakukan pekerjaan yang sia-sia, terkadang kita sebagai manusia suka denga hal-hal yang bersifat hura-hura g. Memperturutkan hawa nafsunya, manusia dalam menghadapi hidup biasanya dihadapakan pada dua permasalahan yaitu antara keperluan dan kebutuhan dengan keinginan. Demikianlah di antara sikap melampaui batas berlebihan yang tidak diridhai oleh Allah Swt. yang tentunya perbuatan yang dilarang oleh ajaran Islam, seperti firman Allah dalam Ayat di atas. 5. Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Sikap Berlebih – lebihan. a. Menduga kenikmatan yang dimilikinya akan kekal. Sebagian orang kadang – kadang dianugerahi kenikmatan dunia karena pengaruh kenikmatan terebut ia menduga akan kekal dan tidak akan lenyap. Dugaan tersebut akhirnya sampai pada kesombongan dan berperilaku konsumtif. b. Mengabaikan dampak negatif dari sikap berlebih – lebihan. Terkadang yang menjadi penyebab sikap berlebih – lebihan adalah mengabaikan dampak negatif dari sikap berlebih – lebihan itu sendiri tanpa alasan yang benar. Barang siapa yang mengabaikannya dengan alasan apapun ia akan terjangkit penyakit itu. Sifat itu akan bersemayam dalam jiwa tetapi ia tidak akan merasakannya kecuali setelah dampak tersebut menimpa kepadanya. c. Ukuran standar kemuliaan dalam masyarakat. Kebodohan masyarakat telah sampai pada penentuan standar kemuliaan dikalangan mereka. Sebagian ada yang memuliakan dan mengutamakan orang – orang kaya secara berlebihan seakan – akan menuhankannya, pada saat yang sama mereka menganggap hina orang – orang yang menderita dan miskin sekalipun mereka taat beragama. d. Mengikuti hawa nafsu Mengikuti hawa nafsu disini artinya dengan tergesa–gesa menjatuhkan sebuah keputusan karena jika seesorang mengikuti hawa nafsu apapun dan bersumber dari siapapun maka nafsu itu akan menyesatkannya dari jalan Allah Swt. Karena orang – orang yang tersesat akan mendapatkan siksaan berat akibat kesesatannya. Muhammad, 2005, hal. 23 6. Nilai Negatif Sikap dari Sikap Berlebih-lebihan Melampaui batas merupakan penyakit yang mematikan, merusak banyak orang, dan mengancam masa depan umat manusia, terutama generasi muda Islam sejak zaman dahulu hingga sekarang. Selain itu, sikap Israf juga merupakan bentuk pengingkaran akan nikmat Allah Swt, sedangkan pengingkaran akan nikmat Allah Swt tidak akan memperoleh keuntungan sedikitpun. Nabi Muhammad SAW bersabda “Binasalah orang-orang yang melampaui batas”. HR. Muslim. Melampaui batas, akan mengakibatkan amal ibadah seseorang menjadi terhenti karena manusia mempunyai sifat cepat bosan dan juga terbatas kemampuannya. Kadang-kadang ia akan meninggalkan sama sekali sedikit ataupun banyak yang mestinya ialakukan. Karena itu, menurut Imam Hasan Basri, hendaknya seseorang selalu bersabar dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT. B. Ayat-ayat Tentang Proporsional 1. Pengertian proporsional Proporsi merupakan kata yang sangat biasa dipakai dalam kehidupan sehari-hari dan sangat familiar di telinga kita, akan tetapi pertanyaannya adalah apakah kita sudah tahu apa arti sebenarnya dari proporsi. Kita sering mengatakan "Wah, orang itu tinggi badan dan berat badannya proporsional", atau dengan kata yang lain "Kalau berbuat sesuatu itu yang proporsional, jangan berlebih-lebihan". Sebenarnya apakah arti dari proporsional. Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia proporsi adalah keseimbangan. Jadi ungkapan yang di depan tadi "Wah, orang itu tinggi badan dan berat badannya proporsional" berarti antara tinggi badan dan berat badan seimbang. Indrawan, 2000, hal. 409. Atau dengan kata lain proporsional sesuai dengan proporsi; sebanding; seimbang; berimbang. 2. Al-Quran Surat Al-Furqan ayat 67 Ùˆَالَّذِينَ Ø¥ِذَا Ø£َÙ†ْفَÙ‚ُوا Ù„َÙ…ْ ÙŠُسْرِفُوا ÙˆَÙ„َÙ…ْ ÙŠَÙ‚ْتُرُوا ÙˆَÙƒَانَ بَÙŠْÙ†َ ذَٰÙ„ِÙƒَ Ù‚َÙˆَامًا Atinya ”Dan orang-orang yang apabila membelanjakan harta, mereka tidak berlebihan, dan tidak pula kikir, dan adalah pembelanjaan itu di tengah-tengah antara yang demikian.” Pada ayat di atas merupakan gambaran dari orang baik-baik yang dinamakan حبا د الر حمن yang menghidupkan waktu malamnya dengan menegakkan shalat tahajud dan bersujud kepada tuhannya. Makna ayat 67 menurut keterangan Nahhas, bahwa إسراف ialah mengeluarkan belanja dengan boros kepada jalan maksiat dan إقتار ialah menahan harta itu dan mengunci rapat, tidak mau memebelanjakannya pada jalan kebaikan. Sedangkan قواما ialah orang yang mengeluarkan nafkah hartanya pada menaati Allah. Menurut Yazid bin Syu’aib, begitulah sifat sebagian sahabat rasul. Mereka tidak makan untuk bersedap-sedap dan tidak memakai pakaian untuk berlagak, melainkan makan untuk menutup lapar dan menguatkan beribadat kepada Allah, dan memakai pakaian untk menutupi aurat serta berlindung dari panas dan dingin. Ubaidahy berkata, “Tafsir ayat ini adalah mereka tidak melebihi dari biasa tidak berlebih-lebihan dan tidak pula bakhil.” Binjai, 2011 Dalam ayat tetrsebut ada makna israf, kata isyraf berasal dari bahasa Arab asrafa-yusrifu-isyraafan yang berarti “bersuka ria sampai melampaui batas”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia “melampaui batas” atau “berlebihan” diartikan “melakukan tindakan di luar wewenang yang telah ditentukan berdasarkan aturantertentu yang berlaku”. Sedangkan menurut istilah “melampaui batas” atau “berlebihan” dapat dimaknai sebagai “suatu tindakan yang dilakukan seseorang di luar kewajaran atau kepatutan, karena kebiasaan yang dilakukan untuk memuaskan kesenangan diri secara berlebihan”. Orang yang berbuat isyraf disebut musyrif, musrifun atau musrifin. Lalu dikatakan pula “dan tidak pula kikir”, Allah menegaskan demikian karena sifat ini hanya akan mendatangkan kerugian bagi pelakunya. baik di dunia maupun di akhirat, serta mendatangkan kesengsaraan bagi orang lain ketika di dunia. Al-Khaththabi berkata, "kikir yang membuat seseorang tidak mau memberi,lebih parah dari pada bakhil.“Salman alfarisy berkata, "jika orang dermaawan meninggal dunia, maka bumi para malaikat penjaganya berkata, 'ya rabbi, lepaskanlah urusan dunia dari hamba-Mu karena kedermawannya’. Jika orang bakhil meninggal dunia, maka bumi berkata, 'ya rabbi, halangilah orang ini dari surga, sebagaimana hamba-Mu ini menghalangi apa yang ada di tangannya dari keduniaan’. Di antara orang bijak ada yang berkata, "siapa yang bakhil, maka musuhnyalah yang akan mewarisi hartanya.“ Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata "Orang yang bakhil atau kikir tidak bisa terlepas dari salah satu tujuh perkara berikut a. Ketika ia mati, hartanya akan diwarisi oleh orang yang akan menghabiskan dan membelanjakannya untuk sesuatu yang tidak diperintahkan Allah; b. Allah akan membangkitkan penguasa zhalim yang akan merenggut seluruh hartanya setelah menyiksanya terlebih dahulu. c. Allah menggerakkan dirinya untuk menghabiskan harta bendanya. d. Muncul ide pada dirinya untuk mendirikan bangunan di tempat yang rawan bencana, sehingga bangunan tersebut semua harta yang disimpan di dalamnya lalu ludes. e. Dia ditimpa musibah yang dapat menghabiskan hartanya, seperti tenggelam, terbakar, mengalami pencurian, dan sebagainya. f. Dia ditimpa penyakit kronis sehingga hartanya habis untuk berobat. g. Dia menyimpan hartanya di sebuah tempat, kemudian ia lupa tempat itu, sehingga hartanya hilang. Untuk itu Allah menekankan janganlah kita membelanjankan harta dengan berlebih-lebihan, dan jangan juga bhakil. Namun sesuaikanlah dengan proporsional dan kebutuhan kehidupan kita sehari-hari. C. Ayat-Ayat Tentang Larangan Mubazir 1. Al-Quran urat Al-Isra’ Ayat 26-27 . Ùˆَآتِ ذَا الْÙ‚ُرْبَÙ‰ٰ Ø­َÙ‚َّÙ‡ُ ÙˆَالْÙ…ِسْÙƒِينَ ÙˆَابْÙ†َ السَّبِيلِ ÙˆَÙ„َا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros.” 26 Ø¥ِÙ†َّ الْÙ…ُبَذِّرِينَ Ùƒَانُوا Ø¥ِØْÙˆَانَ الشَّÙŠَاØِينِ ۖ ÙˆَÙƒَانَ الشَّÙŠْØَانُ Ù„ِرَبِّÙ‡ِ Ùƒَفُورًا ”Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.”27 Ibnu Mas'ud mengatakan bahwa istilah tab'zir berarti membelanjakan harta bukan pada jalan yang benar. Hal yang sama dikatakan oleh ibnu Abbas. Mujahid mengatakan, "Seandainya seseorang membelanjakan semua hartanya dalam kebenaran, dia bukanlah termasuk orang yang boros. Dan seandai­nya seseorang membelanjakan satu harta bukan pada jalan yang benar, dia termasuk seorang pemboros."Qatadah mengatakan bahwa tab'zir ialah membelanjakan harta di jalan maksiat kepada Allah Swt., pada jalan yang tidak benar, serta untuk kerusakan. Allah Swt menyuruh kita memberikan hak orang lain dari harta yang kita miliki, mulai dari kerabat dekat yang berada dalam kesulitan hidup kemiskinan, tetangga- tetangga yang miskin dan orang-orang yang pantas menerima infaq dari harta kita, seperti ibnu sabil. Kewajiban pertama kali pada harta adalah memberikan infaq kepada kerabat terdekat yang lebih membutuhkan, agar tercipta ketentraman dalam jiwa saudara kita, dapat menumbuhkan perasaan kasih sayang dan keharmonisan antar sesama. Menghilangkan sikap egois yang menghancurkan hubungan persaudaraan. Tumpahan kasih sayang tidak semata kepada saudara dekat tetapi juga kepada tetangga dalam kebutuhannya tidak mencukupi. Karena itu tidak etis bila orang jauh disantuni sedangkan tetangga dekat tidak dipedulikan. Adapun ibnu sabil adalah orang yang melakukan perjalanan jauh yang kehabisan perbekalan. Jadi dengan perintah infaq ini, kita menghilangkan rasa dengki dari orang lain dan menumbuhkan rasa persamaan. Kenikmatan yang kita peroleh dapat pula kiranya dirasakan oleh orang lain. Tabzir adalah memberikan harta kepada orang yang tidak berhak menerimanya. Adapun pendapat lain yang mengatakan tabzir adalah menggunakan harta bukan pada jalan yang dibenarkan selain ketaatan yang menggunakannya untuk kemaksiatan kepada Allah ta’ala. Yang termasuk tabzir adalah menyia-nyiakan harta atau tidak dimanfaatkan untuk tujuan yang semestinya Perlu kita ketahui bahwa perbuatan tabzir ini menafikan syukur, dan sinonim dari kufur nikmat, dimana syukur adalah memanfaatkan pemberian nikmat Allah sesuai dengan tujuan Allah menciptakannya. Kita dilarang berbuat tabzir, karena tabzir merupakan perbuatan setan. Sehingga orang yang berbuat tabzir adalah saudara-saudara setan ketika di dunia dan di neraka. Setan memanfaatkan tubuhnya atau nikmat Allah untuk berbuat ma’siat dan kerusakan di bumi oleh perbuatan manusia menyebabkan menjauhnya manusia dari jalan Allah SWT dan menghalang-halangi manusia berbuat ketaatan kepadaNya 2. Perbuatan Mubazir dalam Islam yang Terkandung dalam Al-Quran Surat Al-Isra’ ayat 26-27 Inti kandungan dari Surah Al-Isra’ ayat 26 dan 27 adalah agar kita mengatur dan membelanjakan harta kita secara tepat, yaitu dengan membelanjakan di jalan Allah, memberikan bagian harta kita kepada yang berhak dan tidak menghamburkan harta kita atau boros. “Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya”. Bagian itu menerangkan tentang peringatan dari Allah SWT agar kita tidak melakukan pemborosan, menghambur-hamburkan, dan menyia-nyiakan harta yang kita ayat 26, secara jelas Allah melarang kita melakukan pemborosan, yaitu pada “Janganlah kamu”. Artinya berbuat boros adalah termasuk perbuatan yang dilarang oleh Allah. Perbuatan yang dilarang Allah berarti sesuatu yang tidak baik dan tidak membawa manfaat, terlebih lagi bila dilakukan kita akan mendapatkan dosa. Secara umum, segala bentuk pemborosan dan penghambur-hamburan harta adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam. Pada ayat selanjutnya yaitu di ayat 27, kita diberitahu oleh Allah SWT bahwa orang-orang yang melakukan pemborosan dan berbuat mubadzir adalah saudara setan. Padahal setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya yaitu Allah SWT. Nah, kalau para pelaku pemborosan dan mubadzir itu adalah saudara setan, berarti mereka bersaudara dengan makhluk yang ingkar atau mengkafiri Allah SWT. Mereka sama saja melakukan perbuatan ingkar kepada Allah SWT dengan melakukan perbuatan mubadzir Bagi setiap orang yang menginginkan hidup bahagia dan terhindar dari kekurangan maka perbuaatan hemat ini akan berperan sabagai salah satu cara yang dapat membawa seseorang ke tingkat kehidupan yang lebih baik dari keadaan sabelumnya. Selain itu apabila kita dapat melaksanakan hidup hemat berarti kita telah mampu melawan sikap boros dan kikir. Oleh karena itu dalam membelanjakan harta harus memperhitungkan dengan secermat-cermatnya, pengeluaran untuk memenuhi kebutuhanya harus disesuaikan dengan pendapatan. Adapun usaha yang dapat dilakukan agar dapat hidup hemat dalam kehidupan sehari-hari a. Memenuhi kebutuhan sehari-hari secara wajar. b. Menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung. c. Meningkatkan dan meratakan penghasilan yang dapat mendatangkan kesejahteraan dan kebahagiaan pribadi, masyarakat dan bangsa sehingga terjadi keseimbangan pendapatan masyarakat melalui koperasi. d. Mengurangi atau membatasi masuknya barang-barang mewah dari luar negeri sehingga tidak mendorong masyarakat untuk pamer kemewahan dalam kehidupannya. e. Pemanfaatan sumber daya alam dilaksanakan dengan menerapkan pola hidup sederhana, yaitu berusaha menghemat penggunaan sumber daya alam tanpa merusak lingkungan. f. Menumbuhkan rasa membina dan mengembangkan semangat kesetiakawanan sosial yaitu menghayati rasa senasib seperjuangan sepenanggungan dengan orang lain, kebahagiaan seseorang dalam lingkungan kita rasakan sebagai kebahagiaan kita bersama , penderitaan orang lain kita hayati sebagai penderitaan bersama. Aminuddin, 2010, hal. 11 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Allah swt melarang umatnya untuk bersikap dan berprilaku secara berlebih-lebihan, dimana itu akan membawa dampak negatif bagi dirinya sendiri. Tidak hanya dalam membelanjakan harta, tetapi berlebih – lebihan dalam hal makan, minum, berpakaian, juga dilarang oleh Allah Swt. Maka kita juga tidak dituntut untuk menjadi kikir atau pelit dalam membelanjakan harta di jalan Allah Swt, kita diperintahkan untuk berada di antara keduanya dimana tidak boleh berlaku boros dan jangan berlaku kikir. Maka hendaklah kita bersikap proporsional dimana semua tindakan dan konsumsi kita sesuai dengan kebutuhan kita, contohnya dalam hal berpakaian kita di perintahkan untuk menutup aurat dan jangan pula seperti orang kikir yang hanya membungkus dan jangan pula berlebih-lebihan dalam hal tersebut, cukup sesuai dengan kebutuhan kita. Hendaklah kita berikap dan bertindak secara efesien dan hidup hemat, bukan hidup kikir dimana seolah-olah kita akan berada di dunia selamanya, dan janganpula berlaku boros, belanjakanlah harta yang kita punya dengan bijak di jalan Allah Swt. B. Saran Pemakalah menyadari bahwa penulisan makalah ini belum sepenuhnya sempurna dan masih terdapat kesalahan, oleh sebab itu, pemakalah sangat membutuhkan saran dari pembaca terutama dari Bapak Dosen selaku pembimbing dalam mata kuliah ini. Aminuddin. 2010. Hadis-Hadis tentang Tuntunan Hidup. Jakarta Mitra Wacana J. F. 1994. Prilaku Konsumen Jilid 1. Jakarta Bima Aksara S. H. 2011. Tafsir Al-Ahkam. Jakarta W. 2000. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Jombang Lintas Y. 1997. Norma dan Etika Ekonomi Islam. Jakarta Gema Inani Press..Sumartono. 2002. Terperangkap Dalam Iklan. Bandung Alfa Beta. 7tak.
  • a47x1cn6cf.pages.dev/276
  • a47x1cn6cf.pages.dev/179
  • a47x1cn6cf.pages.dev/376
  • a47x1cn6cf.pages.dev/389
  • a47x1cn6cf.pages.dev/240
  • a47x1cn6cf.pages.dev/38
  • a47x1cn6cf.pages.dev/289
  • a47x1cn6cf.pages.dev/237
  • a47x1cn6cf.pages.dev/149
  • hemat secara berlebihan dapat menjadikan orang