Pekerjaanpekerjaan idaman sebagai pegawai negeri pun kini dianggap terlalu sulit untuk diraih di tengah persaingan ketat para pemburu kerja. Menyikapi keresahan ini, siapa sangka sosok seorang putra daerah sekaligus seorang entrepreneur muda merasa tergugah untuk membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan orang di daerahnya, Lombok dengan

Sebagai pekerja lapangan yang sering berada di luar, ternyata memberikan efek signifikan pada kulit wajah. Awalnya sih, tidak begitu meresahkan. Tapi kok lama-kelamaan wajah terlihat kusam. Mungkin karena efek terpapar sinar matahari yang begitu intens kali ya. Cek di internet atas masalah ini ternyata disarankan untuk menggunakan serum pencerah wajah kok serum? Bukan lainnya. Nah ini dia. Zaman sekarang, serum wajah sudah menjadi hal yang biasa digunakan untuk tujuan perawatan kulit. Tetapi sebelum jauh memilih serum wajah ada baiknya untuk mengetahui apa sih serum wajah dunia perawatan kulit, serum wajah adalah larutan berbentuk gel dengan warna jernih, tidak mengandung minyak, bertekstur ringan dan mengandung bahan aktif untuk melembabkan wajah. Jadi sangat jelas kan ya kandungan dan manfaatnya. Makanya penggunaan serum wajah sudah menjadi hal umum untuk semua jenis kelamin dan jenis kulit. Terus bagaimana caranya untuk memilih serum pencerah wajah terbaik untuk para pekerja lapangan?Sebenarnya simpel saja sih. Urusan menggunakan serum pencerah wajah itu pastinya disesuaikan dengan kebutuhan. Nah, berikut tips cara memilih serum pencerah wajah terbaik agar membantu perawatan kulit para pekerja yang sering berada di luar kandungan yang dibutuhkan dalam serum pencerah wajah terbaikTerkadang nih, urusan memilih serum pastinya bakal disesuaikan dengan kandungan dari serum itu sendiri. Sebaiknya pilih serum wajah yang mengandung zat aktif untuk membantu mencerahkan wajah, melembabkan sekaligus mencerahkan. Makanya penting banget untuk melihat kandungannya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan serum dalam aplikasiBekerja di luar ruangan pastinya sering banget dihadapi oleh masalah waktu perawatan. Terkadang waktu senggang tidak begitu banyak. Itu lah mengapa ketika memilih serum, pilihlah serum ketika digunakan alias diaplikasikan pada wajah itu simpel. No dibawa kemana-manaCoba deh di cek terlebih dahulu, pekerja lapangan pastinya memiliki tas kerja yang mudah untuk mengisi keperluan selama berada di luar. Tidak mau kan ya ditambah ribet dengan kemasan serum pencerah wajah. Makanya penting juga nih memilih serum pencerah wajah dengan kemasan ready to go. Tujuannya jelas, agar mudah dibawa lengketTahu nggak, kalau sejatinya serum itu ketika digunakan akan menyerap ke bagian kulit. Tetapi terkadang, ada juga loh serum ketika dipakai bakal memberikan efek lengket. Kalau ada seperti ini, maka jangan pilih serum yang tidak lengket ketika digunakan. Agar kulit terasa lebih nyaman dan tidak terasa berat ketika terjangkauKata orang, ada harga ada barang. Memang tidak ada yang salah dengan kalimat ini. Tetapi dalam memilih serum, biasanya sih selalu memperhatikan kandungan yang dibutuhkan terhadap harga. Bisa jadi harga mahal tetapi kandungannya tidak sesuai dengan harapan. Makanya penting banget memilih serum dengan harga terjangkau dengan kandungan sesuai dengan tips tersebut, apakah ada produk serum untuk mencerahkan wajah terbaik saat ini? Jawabannya pasti ada dong. Salah satunya adalah Pond’s Triple Glow Serum. Memilih produk ini, bukan serta-merta hanya sekadar memilih serum pencerah wajah doang tetapi karena memiliki banyak keunggulan, antara Bekerja lebih efektif dibandingkan vitamin CAda satu hal menarik ketika menggunakan Pond’s Triple Glow Serum dari Pond’s Indonesia yaitu cara kerjanya yang lebih baik dibandingkan vitamin C. Tidak tanggung-tanggung loh. Dengan memilih Pond’s Triple Glow Serum sebagai serum pencerah wajah terbaik yang mampu bekerja 60X lebih efektif dari vitamin C. Iya 60 kali. Kalian tidak salah baca. Makanya produk ini sangat direkomendasikan untuk mereka yang membutuhkan perawatan kulit wajah Bukan hanya two in one tetapi triple actionBiasanya kan suatu produk hanya bisa memiliki dua fungsi. Nah berbeda dengan Pond’s Triple Glow Serum yang memiliki triple action yaitu1. Mencerahkan kulit dengan kandungan Gluta-Boost-C. Formula dan kandungan ini sangat efektif untuk menyamarkan flek hitam pada wajah, mampu membuat warna kulit merata dan wajah tampak cerah. Nah ini penting banget diketahui kalau serum pencerah wajah itu tidak ada loh istilah pemutih wajah yang ada adalah pencerah wajah. Jadi jangan sampai salah kaprah ya. Ketika menggunakan serum itu untuk tujuan mencerahkan bukan Melembutkan kulit dengan kandungan Vitamin B3+.Kandungan ini ternyata sudah terbukti menyamarkan pori-pori kulit wajah sehingga wajah akan tampak mulus Melembapkan kulit dengan kandungan Hyaluronic zat aktif ini adalah kandungan utama untuk membantu penyerapan ke setiap lapisan epidermis kulit. Jadi dengan menyerap lebih dalam akan memberikan wajah tampak lembap dan pastinya Mampu menyehatkan nggak kalau urusan kesehatan kulit, itu tidak ada yang instan loh. Apapun pekerjaan kita entah itu di ruangan ber AC maupun diluar ruangan semuanya tergantung lifestyle dan penggunaan serum pencerah wajah terbaik seperti Pond’s Triple Glow memadukan produk ini dan gaya hidup sehat maka lambat laun seiring dengan berjalannya waktu maka hasil kulit wajah sehat bisa didapatkan. Apalagi jika ditambah dengan penggunaan Pond's Triple Glow Serum Mask yang pastinya bakal memberikan semua manfaat dari serum pencerah wajah buat para pekerja lapangan yang memiliki masalah kulit wajah kusam maka produk Pond’s Triple Glow Serum sebagai serum pencerah wajah terbaik ini adalah pilihan tepat. Mudah untuk dibawa kemana-mana dengan kemampuan triple action untuk kulit wajah cerah kedepannya. Cobain deh.
\n \n\n\nskincare untuk pekerja lapangan
Yangpertama adalah membuka lapangan pekerjaan, khususnya untuk ibu rumah tangga yang memiliki banyak waktu luang. "Jadi ibu-ibu di rumah yang ingin bantu suami atau kehilangan pekerjaan karena pandemi, bisa join jadi reseller dan distributor. "Bella mau bikin wajah wanita Indonesia yang rusak karena skincare abal-abal jadi glowing lagi dan KULIT wajah yang sempurna adalah impian dan dambaan hampir semua wanita. Terlihat sehat, segar, dan cantik menjadi tujuan dari mereka menggunakan berbagai produk skincare. Pandemi bukan halangan buat perempuan untuk terus merawat kulit wajahnya. Walau lebih banyak berada di rumah saja, perawatan kulit wajah tetap jalan ini diketahui dari riset yang kami lakukan, dengan 227 ibu rumah tangga, 354 mahasiswi, 432 perempuan pekerja, dan 140 perempuan belum bekerja sebagai responden. Terkait penggunaan produk skincare, mahasiswi serta perempuan pekerja dan yang belum bekerja adalah golongan yang menggunakan produk skincare lebih banyak. Baca juga Karena Skincare adalah Investasi... Lalu, apa yang membuat mereka tetap rutin melakukan perawatan kulit wajah? Sejumlah insight kami dapatkan dari riset ini, yang juga dapat menjadi catatan dan tolok ukur bagi brand di sektor industri ini. Apa sajakah itu? Masalah kulit wajah tidak berhenti karena pandemi Bagi para perempuan, masalah kulit wajah tidaklah berhenti karena ada pandemi. Lebih banyak berada di rumah tidak membuat masalah kulit wajah perempuan tiba-tiba jadi tak ada. Deretan masalah kulit wajah seperti jerawat, komedo, dan kulit kusam adalah alasan para perempuan tetap menggunakan produk skincare meski lebih banyak menjalankan aktivitas di rumah saja selama pandemi. Jerawat, misalnya, tidak melulu disebabkan oleh kotoran, debu, atau polusi di luar rumah. Stres yang bahkan meningkat selama pandemi pun merupakan salah satu sebab jerawat awet nempel di wajah. Yang menarik, kelompok responden berlatar belakang ibu rumah tangga dalam riset ini, menjadikan masalah kulit kusam sebagai persoalan utama dari kulit wajahnya. Dari semua persoalan tersebut, para perempuan ingin punya kulit wajah yang sehat, bukan semata hendak tampak cantik karena perawatan. Karenanya, mengetahui kandungan dalam setiap produk skincare jadi perhatian para perempuan ini. Sadar kandungan produk skincare Riset kami mendapati pula bahwa ibu rumah tangga, mahasiswi, serta perempuan pekerja dan yang belum bekerja sepakat bahwa vitamin C adalah kandungan yang harus ada dalam produk skincare yang mereka gunakan. Vitamin C berfungsi sebagai pencerah kulit wajah. Ini mengindikasikan perempuan menginginkan kulit wajahnya sehat dan cerah. Lalu apakah ada kemungkinan mereka juga tahu kandungan zat lain yang mereka butuhkan ada dalam produk skincare? Ini hasil risetnya Dari riset StratX terhadap para responden ini, perempuan punya sederet pertimbangan dalam penentuan pilihan produk skincare yang hendak mereka beli dan gunakan. Pertimbangan yang mencuat adalah kualitas, harga, sertifikasi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan BPOM, serta testimoni dari mereka yang lebih dulu menggunakan produk incarannya. Lalu, kandungan bahan adalah pertimbangan lain yang jadi patokan. Para perempuan ini mengutamakan produk dengan kandungan zat seperti vitamin C, vitamin B3, atau bahkan lidah buaya dalam produk-produk skincare pilihannya. Yang terbaik. Frasa tersebut adalah gambaran tentang pilihan perempuan untuk produk skincare bagi kulit wajahnya. Apa yang dicari dan dibeli? Situasi pandemi harus diakui berdampak pula pada urusan belanja dan prioritas keuangan perorangan dan keluarga. Namun, skincare tetap masuk daftar belanja para perempuan. Grafik berikut ini memperlihatkan produk skincare yang tetap ada di daftar belanja meski perempuan pun lebih banyak beraktivitas di rumah saja selama pandemi Ini tentu catatan penting bagi brand yang berkecimpung di sektor industri ini. Serum, pembersih cleanser, dan tabir surya sunscreen, masih jadi barang penting bagi perempuan sekalipun di tengah pandemi. Yang seru, ada sedikit pergeseran prioritas terutama untuk pembelian, ketika responden dihadapkan pada perkembangan situasi pandemi, seperti tampak dalam grafik berikut ini Pilihan pembelian cleanser dari hasil riset di atas memperlihatkan para perempuan punya kebiasaan untuk terus menjaga kebersihan kulit wajah, tak peduli sedang pandemi atau tidak. Apa yang brand bisa lakukan? Hal pertama dan fundamental untuk brand lakukan soal perempuan dan kebutuhan produk skincare adalah benar-benar mengetahui apa masalah kulit wajah perempuan yang jadi target pasarnya. Menjadi solusi untuk masalah kulit wajah jelas hal yang sudah paten. Namun, komunikasi seperti apa yang akan dimengerti oleh para perempuan ini? Komunikasi yang bisa dibangun atau dipertajam oleh brand salah satunya adalah berbagi pengetahuan soal kandungan produk dan manfaatnya bagi pengguna. Data hasil riset seperti dipaparkan di atas memperlihatkan bahwa perempuan punya kesadaran soal kandungan produk yang mereka gunakan. Mau iklan ataupun menggunakan media sosial, berbagi pengetahuan soal kandungan produk bisa menjadi pilar komunikasi tersendiri untuk mendekatkan brand, produk, dan audiens. Pendekatan komunikasi ini pun memberikan nilai tambah bagi perempuan yang menjadi audiens brand. Bukan tidak mungkin inilah yang menjadi pertimbangan mereka untuk membeli produk dari brand. Siap beradu ide dan pengemasan komunikasi tentang ini? Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Kerjalapangan bikin wajahku kusam. Hallo, namaku Dilahtrya dan ini ceritaku tentang bagaimana wajah kusamku hilang dengan minum produk ini. Jadi, karena masalah kulitku berkaitan dengan resiko pekerjaan dan faktor eksternal, jadi aku pikir perlu penanganan dari dalam juga selain dari produk skincare luar. Akhirnya aku coba mencari beberapa
“Selama aku surfing aku mikir, kalau aku jatuh dari papan terus kena popok… duh pasti “asyik banget”!” Glek. Saya sampai menahan nafas beberapa detik ketika mendengar curhat satir Mbak Christine Pan yang sambat akan lautan yang banyak sampah dan membuat tubuhnya lengket setelah surfing. Ada rasa bersalah pada diri saya karena anak-anak saya memakai popok sekali pakai. Anak kedua saya juga masih pakai saat ini, meskipun dengan frekuensi yang sudah saya kurangi karena dia sudah mulai belajar toilet training. Tetap saja, ada rasa nggak enak itu bercokol di hati saya karena belum bisa total dalam menjaga ke kisah Mbak Christine. Anyway, untuk kamu yang belum kenal, beliau merupakan Founder dan CEO Segara Naturals, brand kecantikan yang ramah lingkungan dan sosial. Ceritanya, nih, tanggal 9 April lalu, beliau bersama dua narasumber lain bercerita seputar produk kecantikan yang ramah lingkungan dan ramah sosial. Saya paling tertarik dengan pemaparan Mbak Christine karena beliau pelaku bisnis di industri ini. Sudah pasti beliau paham lapangan, market, dan menemukan tantangan dalam memeroleh bahan baku dari komoditas sebelum acara, saya mendapat bingkisan pula dari LTKL. Salah satu isinya adalah dua produk dari Segara Naturals. Produk ini langsung menyita perhatian saya karena kemasannya unik, aromanya segar, dan ternyata peminatnya sudah cukup banyak. Saya jadi makin penasaran dengan perjalanannya, pasti ada banyak cerita yang berkesan dan bernilai. Acara yang saya ikuti tentang LestarikanCantikmu. Kamu bisa menontonnya di YT Lingkar Temu Kabupaten Lestari LTKL. Ternyata, awal mula beliau masuk ke industri beauty and wellness dari kesan buruk saat traveling. Dia cerita kalau dulu saat masih kerja di kantor yang lama di industri tambang, Mbak Christine sering bepergian ke Papua, Nusa Tenggara, dan Kalimantan. Sayangnya, setiap dia melancong, dia selalu melihat sampah dan hutan yang botak. “Kemanapun aku pergi, pasti aku lihat sampah. Ke tempat terpencil pun, pasti ada sendal jepit, bungkus sampo, sabun mandi, di pantai. Lagi ke gunung, eh botak karena lagi ada pembabatan hutan. Jadi image aku tentang Indonesia yang indah itu sangat terganggu.” Mendengar ceritanya, saya kembali mengingat ketika saya masih rajin traveling. Saya dulu juga mengandalkan botol dan wadah plastik saat bepergian. Untuk produk kecantikan dan body care, saya nyaris tak pernah memikirkan dari mana bahan bakunya. Asal sudah BPOM dan cocok untuk kulit saya, ya saya pakai. Kebetulan saya bukan pegiat industri kecantikan, saya sekadar seorang ini berubah sejak saya hamil. Saya kian selektif memilih produk kecantikan karena saya juga memikirkan janin di perut saya. Saya awali dengan melihat komposisi produk dan membaca label. Saya seleksi brand dan ulasan pengguna sebelumnya. Baru ketika Mbak Windy Ariestanty memposting bahwa beliau selektif memilih sabun mandi, karena mencari yang tidak ada bahan sawitnya, saya jadi tahu bahwa ternyata penting untuk mengetahui bahan apa saja pada produk kecantikan ini muncul juga karena saya geram dengan tata kelola sawit. Tata kelolanya, ya, bukan komoditasnya. Acara yang saya ikuti pada tanggal 9 april lalu, semakin menambah wawasan saya akan pentingnya memilih produk kecantikan yang ramah sosial dan ramah lingkungan. Karena, pilihan kita akan sangat menentukan bagaimana perusahaan memproduksi skincare dan kosmetik untuk kita. Produksi itu, juga akan turut berdampak pada permintaan bahan baku, para petani atau pekebun, serta pada pasti nggak nyangka, ya, kalau rantainya cukup panjang? Sama. Makanya, yuk, kita belajar bareng-bareng untuk memilih skincare ramah lingkungan dan produk yang lebih sehat. Sehat untuk bumi, sehat untuk diri. Pentingkah Produk Kecantikan yang Ramah Lingkungan dan Ramah Sosial? Sustainable beauty product adalah istilah keren dari produk kecantikan yang ramah lingkungan dan ramah sosial. Kalau kamu mencari di Google dengan kata kunci tersebut, sudah pasti akan mendapat beberapa rekomendasi produk kecantikan yang mengusung nilai sustainable, baik pada isi produk maupun pada bicara standar, tiap komoditas biasanya memiliki standar yang berbeda-beda. Namun, ada tiga syarat atau aspek utama menurut Kak Gita Syaharani dari LTKL. Pertama, produk atau brand tersebut menjaga fungsi alam tanpa bencana. Ini meliputi kualitas air, tanah, dan udara yang tetap terjaga ketika penanaman komoditas untuk bahan produksi. Sebaiknya, produk kecantikan kita memiliki bahan dari komoditas yang tidak terkait dengan bencana, seperti kebakaran hutan. Soalnya, kalau kita tahu krim yang kita oles-oles ke muka ternyata membuat orang lain sengsara, pakai skincare-nya jadi nggak nyaman, kan. Nggak happy petani, pekebun, dan pekerja penghasil komoditas sejahtera. Apakah mereka dapat harga yang layak dan praktik pertanian yang baik? Ini bisa kita ketahui jika kita menanyakan ke brand atau melihat apa saja kampanye dan cerita yang dibawa oleh brand. Ada salah satu brand skincare ramah lingkungan yang saya tahu dan saya gunakan yakni TBS yang kerap dengan gamblang menunjukkan bahwa mereka menjaga bahan produksi serta petani yang menanamnya. Itu hanya salah satu contoh, ya. Saya yakin teman-teman beauty enthusiast pasti lebih banyak yang tahu contoh brand skincare ramah lingkungan lainnya. Ketiga, energi dan limbah produksi tetap terjaga. Aspek pertama dan kedua tadi merupakan aspek pra produksi. Nah, kalau bagian ini sudah masuk proses produksi dan pasca produksi. Limbah inilah yang paling sering menjadi sorotan, sebab banyak brand yang menggunakan kemasan plastik karena mudah dan murah namun pada satu sisi plastik itu menyebabkan sampah serta mikroplastik di lautan dan makanan kita. Nah, pertanyaan selanjutnya, sepenting apa sih produk skincare ramah lingkungan dan ramah sosial? Kita bayangin aja dulu, yuk, kalau mayoritas perusahaan mengambil komoditas lokal kita secara sembarangan. Peraturannya nggak dibenahi, tanggungjawabnya atas lingkungan dibiarkan. Apa yang akan terjadi? Sudah pasti tanah yang rusak, kabut asap, air yang keruh, dan lingkungan yang tidak sehat. Apalah arti skincare mahal dan bagus kalau kita hidup di tengah lingkungan yang sakit? Sudah pasti, wajah susah glowing, jerawatan nggak sembuh-sembuh seperti saya ini huhu, dan kulit jadi susah terhidrasi. Oke, let’s be honest and realistic. Memangnya bisa ya kita memperoleh produk kecantikan yang mengusung sustainability? Jawabannya BISA. Sekarang, gaya hidup berkelanjutan ini sudah jadi tren yang baru. Memang belum diadaptasi secara mainstream oleh banyak orang, tetapi sudah mendapat perhatian dunia dan sudah bisa membentuk potensi market baru yang besar. Kamu bisa cek postingan saya tentang komoditas lokal minyak tengkawang atau Illipe Butter dan akar wangi atau vetiveria. Ternyata, konsumen yang banyak itu justru dari luar Indonesia. Dan banyak brand kecantikan ternama yang sudah menggunakan kedua komoditas lokal kita. Kalau brand-brand besar yang banyak menjadi kiblat industri kecantikan sudah menunjukkan keberpihakan pada lingkungan, tinggal tunggu waktu saja. Pasti akan banyak produk dan brand yang produk lokal, justru lebih visioner lagi. Banyak produk lokal seperti Sensatia Botanicals, Beauty Barn, Yagi Natural, dan Segara Naturals yang sadar bahwa Indonesia ini kaya dan memiliki banyak potensi komoditas lokal yang belum tersentuh. Syukurlah orang seperti Mbak Christine Pan itu bukan dia seorang saja, hehehe. Ada beberapa seperti content creator di industri sustainable beauty Danang Wisnu yang sering memberikan informasi agar memilih kosmetik secara sadar. Kak Danang Wisnu, seorang dokter gigi yang juga menjadi pembicara pada acara LestarikanCantikmu, mengatakan bahwa sebisa mungkin dia mengedukasi marketnya agar memilih produk yang baik untuk lingkungan. Tujuannya, agar kita bisa memakainya dengan bahagia, karena produk tersebut tidak hanya baik untuk kulit tetapi juga untuk bumi. Apa yang Bisa Kita Lakukan? Sekarang sudah bukan zamannya konsumen dicekokin produk sama produsen terus-terusan. Sudah ada yang namanya user experience dan konsumen sekarang memiliki keingintahuan akan produk kecantikan yang mereka gunakan. Thanks to internet and beauty influencer yang beneran mendidik ya, seperti Kak Danang Wisnu yang rutin membagikan informasi “jeroan”nya produk kecantikan dasar yang kita miliki ini bisa menjadi bekal untuk membaca label produk. Apa aja sih yang perlu kita amati? Pertama, cek BPOM dan komposisinya. Kita perlu mengenali bahan-bahan apa saja yang bereaksi buruk pada kulit, misalnya alergi. Jika sudah aman, kita kenali bahan lain. Apakah ada bahan yang menggunakan komoditas lokal dengan kelola yang kurang baik atau mendapat isu tidak ramah sosial. Jika ya, cek lagi pada label, apakah ada label sustainability yang dikeluarkan oleh organisasi internasional tertentu. Selanjutnya, untuk menilai soal sustainability, kamu juga bisa mengecek pada website atau media sosial brand. Kadang, mereka memposting kampanye atau nilai-nilai yang penting pada pembuatan produk. Jika kamu bisa menemukan nilai sustainability, entah itu pada pengemasan maupun pembuatan produk, kamu bisa bernafas lega. Berarti, brand pilihanmu itu sudah memiliki kesadaran untuk berpihak pada agak mustahil untuk mengatakan bahwa sebuah produk atau brand itu seratus persen ramah lingkungan dan sosial. Pasti ada saja “celah” dan bocornya dan itu hal yang wajar. Brand pasti juga bergulat dengan biaya produksi dan akses akan bahan baku. Setidaknya, ada upaya yang bisa kita apresiasi. Terakhir, ini yang paling mudah, pilihlah produk yang bercerita. Ini bisa kita gunakan kalau kita nggak paham dengan komposisi, ya. Saya yang bukan orang sains, sangat kesulitan memahami nama-nama kimia komposisi produk. Penamaan sawit pada skincare saja ada banyak jenis turunannya. Produk yang bercerita tak akan segan menunjukkan nilai yang mereka pegang. Sebab, mereka tahu, itulah kekuatan dari produk yang mereka miliki. Produk dan brand yang bercerita pasti dengan gamblang mau menjawab pertanyaanmu tentang darimana asal produk favoritmu, apa komposisinya. Mereka juga biasanya memiliki kecenderungan untuk memerhatikan asal komoditas, proses produksi, dan pasca produksi. Terakhir, jangan sungkan membagikan pengalamanmu dalam menggunakan produk kecantikan yang sustainable pada orang lain. Tidak harus melalui blog, kamu juga bisa berbagi di media sosial, mendukung brand favorit kamu, dan melakukan review pada beberapa forum kecantikan. Percaya deh, hal kecil yang kamu lakukan ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya produk kecantikan yang ramah lingkungan dan ramah Rekomendasi SkincareRamah Lingkungan dan Ramah Sosial Saya mengenal beberapa produk kecantikan yang ramah lingkungan dan ramah sosial. Sayangnya, produk yang saya kenali itu bukan produk lokal. Pada postingan kali ini, saya ingin memberi spotlight pada produk lokal kita karena saya ingin orang-orang kita semakin berdaya. *bendera merah putih berkibar*Brand lokal yang saya rekomendasikan adalah Segara Naturals. Bukan bermaksud promosi, sih. Saya punya alasan tersendiri. Pertama, karena mereka menggunakan Illipe Butter atau minyak tengkawang sebagai pengganti minyak kelapa sawit untuk menjadi bahan skincare dan produk perawatan tubuh lainnya. Buat saya, ini penting dan menarik. Sebab, belum banyak saya temui skincare lokal yang mau palm oil free dan memberdayakan komoditas lokal minyak tengkawang yang kandungannya bagus. Sekali lagi, bukan saya membenci sawit, tetapi, memang kita harus mendorong agar peraturan dan sustainability dalam perkebunannya dibenahi dulu. Caranya, sebagai konsumen, tentu saja bermain dalam proses demand dan selanjutnya, Segara Naturals memberikan informasi yang jelas pada produknya. Kita bisa melihat komposisi produk pada bagian depan. Packaging produknya pun menarik, bukan dari kebetulan pada acara ini, Mbak Christine Pan adalah pembicara. Beliau memaparkan banyak materi menarik. Segara Natural memiliki akuntabilitas sampah yang jelas, dihitung oleh DCA Divers Clean Action. Dengan jujur, beliau juga mengatakan bahwa sejak Januari hingga Maret 2020, Segara Natura menghasilkan kg sampah baik dari produksi maupun operasional. Dari kg ini, ada 9% yang dapat mereka recycle. Sampah plastik yang diproduksi selama kurun waktu tersebut sebanyak kg. Bagi Mbak Christine, ini yang menjadi pekerjaan rumah. Penting bagi Segara Natural untuk nggak sekadar klaim bahwa produknya ramah lingkungan, tetapi, mereka juga menunjukkan dengan jujur, transparan, dan akuntabel atas proses pengelolaan sampah mereka. Segara Natural mengusung prinsip sustainable secara berkesinambungan, dari hulu ke hilir. Prinsip ini bukan tanpa alasan. Mereka peduli karena membaca data bahwa ada sebanyak 120 milyar pembungkus plastik dari industri kecantikan per tahunnya. Dari angka tersebut, 91% tidak didaur ulang dan 79% berakhir di ini ternyata membuat customer Segara Naturals semakin terikat pada produk-produknya. Mbak Christine menyatakan bahwa dia percaya bahwa semua orang itu pasti ada keinginan untuk berkontribusi dan berbuat sesuatu yang lebih mulia. Dengan memakai minyak tengkawang dari petani lokal, sekalipun butuh upaya yang lebih, beliau memandangnya sebagai long investment. Bersama Segara Naturals, Mbak Christine ingin menggali lebih dalam kepedulian pada konsumen ini. Selain kedua alasan di atas, kebetulan pada acara ini, Mbak Christine Pan adalah pembicara. Beliau memaparkan banyak materi menarik tentang bagaimana bisnisnya berjalan. Segara Naturals memiliki akuntabilitas sampah yang jelas, dihitung oleh DCA Divers Clean Action. Dengan jujur, beliau juga mengatakan bahwa sejak Januari hingga Maret 2020, Segara Natura menghasilkan kg sampah baik dari produksi maupun operasional. Dari kg ini, ada 9% yang dapat mereka recycle. Sampah plastik yang diproduksi selama kurun waktu tersebut sebanyak kg. Bagi Mbak Christine, ini yang menjadi pekerjaan rumah. Penting bagi Segara Natural untuk nggak sekadar klaim bahwa produknya ramah lingkungan, tetapi, mereka juga menunjukkan dengan jujur, transparan, dan akuntabel atas proses pengelolaan sampah mereka. Segara Natural mengusung prinsip sustainable secara berkesinambungan, dari hulu ke hilir. Prinsip ini bukan tanpa alasan. Mereka peduli karena membaca data bahwa ada sebanyak 120 milyar pembungkus plastik dari industri kecantikan per tahunnya. Dari angka tersebut, 91% tidak didaur ulang dan 79% berakhir di TPA. Kejujuran ini ternyata membuat customer Segara Naturals semakin terikat pada produk-produknya. Mbak Christine menyatakan bahwa dia percaya bahwa semua orang itu pasti ada keinginan untuk berkontribusi dan berbuat sesuatu yang lebih mulia. Dengan memakai minyak tengkawang dari petani lokal, sekalipun butuh upaya yang lebih, beliau memandangnya sebagai long investment. Bersama Segara Naturals, Mbak Christine ingin menggali lebih dalam kepedulian pada konsumen ini. Itu tadi sedikit tulisan saya seputar skincare ramah lingkungan dan ramah sosial. Saya ingin tahu, apakah baru kali ini kamu familiar dengan istilah ini? Atau malah kamu sudah punya “andalan” skincare yang mengusung sustainable beauty? Coba bagi pendapat kamu di kolom komentar, yuk 🙂 Pasarpekerjaan di Amerika Serikat (AS) tumbuh jauh lebih cepat dari yang diharapkan pada bulan Juli, mengangkat lapangan kerja kembali ke tingkat pra-pandemi, dalam berita yang disambut oleh Presiden AS Joe Biden saat ia menghadapi pemilihan paruh waktu yang sulit, tetapi juga memicu kekhawatiran atas inflasi yang tinggi.
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID NGRwGm0MOVpsANIDpc0Vx-3N729Tsp47KkNkU0_yHL9gkxFL4QPlJw==
Dalammenggunakan produk skincare pasti kita tidak hanya menggunakan 1 sampai 2 produk saja, bisa lebih dari 2 produk yang digunakan untuk merawat kulit wajah kita. Setelah produk yang kita gunakan habis, pasti kita bingung bagaimana membuang wadah produk yang sudah kita gunakan. Karena, banyak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang membeli atau mengambil wadah bekas skincare yang lalu
Sebabpekerjaan lapangan sendiri memang menyelingkit seseorang untuk langsung terpeleset di dalam kepadatan lalu lintas dan cuaca yang tidak menentu. Maka itu kenyamanan sawala pakaian yang digunakan pula biar menjadi kacung penting untuk dipertimbangkan. Tidak sampai pakaian ini lebih-lebih menghambat penguasaan maksimal daripada pegawai.

Tentara Wartawan. Aktivis. Sebagai perempuan yang bekerja di Oil & gas, yang tentunya sering ke lapangan untuk visit, saya akan membagikan sedikit tips agar kalian tetap cantik meski harus bekerja di lapangan: A. Daily Make Up & Skin Care. Cuci Muka 2 kali sehari. Cuci wajah dua kali sehari agar wajah selalu bersih.

Vkhpjxe.
  • a47x1cn6cf.pages.dev/61
  • a47x1cn6cf.pages.dev/52
  • a47x1cn6cf.pages.dev/182
  • a47x1cn6cf.pages.dev/112
  • a47x1cn6cf.pages.dev/278
  • a47x1cn6cf.pages.dev/43
  • a47x1cn6cf.pages.dev/12
  • a47x1cn6cf.pages.dev/319
  • a47x1cn6cf.pages.dev/203
  • skincare untuk pekerja lapangan